Sopir dan Mobil Pengangkut Material Tambang Ilegal di Lingsar Diamankan

0
Polisi meninjau lokasi tambang ilegal tempat meninggalnya korban Salime di Lingsar, Lombok Barat.

MATARAM-Proses hukum atas kematian Salime (50) warga Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat di lokasi tambang ilegal tetap berjalan. Polres Mataram telah mengamankan sopir pengangkut material tambang galian C ilegal milik Erik Dian Hinata (24).

Diketahui, korban Salime meninggal dunia tertimbung longsor di kawasan tambang liar yang berlokasi di Dusun Kali Ranget, Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam menegaskan, pihaknya sudah amankan sopir dan mobil pengangkut material tambang ilegal dan dan barang bukti lain. ’’Sekarang dilakukan proses hukum,’’ tegasnya, (21/7).

Ia menjelaskan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Satreskrim sedang melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi terkait. ’’Sementara, bisa dipastikan tambang tersebut ilegal. Kalau tersangka masih dalam proses memperkuat bukti-bukti,’’ jelasnya.

Kapolres mengaku sudah meninjau langsung lokasi tambang ilegal tempat korban tewas. Sebenarnya, tambang itu sudah lama ditutup dan pemerintah Lombok Barat sudah melarangnya.

’’Masyarakat menghidupkan kembali tambang yang sebelumnya telah ditutup pemerintah. Mereka mengambil pasir yang disemprot menggunakan air, tapi tanpa disadari tanah di atas pasir longsor dan menimbun korban,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, Alam mengaku, ada beberapa lokasi tambang ilegal yang sudah diimbau untuk tidak lagi beraktivitas. Tetapi, dari hasil tinjauan, masih ada masyarakat masih yang melakukan penambangan liar. ’’Kami sudah imbau supaya tidak ada lagi korban. Kalau masih ada, kami akan proses hukum,’’ katanya.

Sebagai informasi, longsor terjadi di tambang galian C itu terjadi, Jumat (19/7). Satu orang korban meninggal dunia, sedangkan dua orang berhasil menyemalatkan diri. Korban meninggal dunia bernama Salime (50), warga Desa Selat, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Sementara, dua korban selamat yakni Sarimah dan Kurdiawan.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, korban bersama rekannya sedang mengisi material di lokasi tambang galian C milik Erik Dian Hinata (24) warga setempat. Sekitar 15 menit mengisi material ke dalam mobil Mitsubishi L300, tiba-tiba tebing yang berada di belakang korban mengalami longsor. Seketika langsung menimbun seluruh tubuh korban dan meninggal dunia saat di perjalanan menuju puskesmas setempat. (sm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here