Mataram, katada.id – Upaya membawa kekayaan budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) ke panggung dunia kian nyata. Wastra NTB direncanakan akan dipamerkan di Australia melalui kerja sama internasional, dengan dukungan penuh dari Ketua TP PKK NTB sekaligus Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala Museum Negeri NTB bersama jajaran di Pendopo Barat, Mataram, Kamis (26/3). Pertemuan itu membahas rencana pameran wastra NTB yang akan digelar bekerja sama dengan The Art Gallery of South Australia (AGSA).
Bunda Sinta, sapaan akrabnya, menilai pameran ini sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan wastra Lombok ke tingkat global. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat identitas budaya NTB di mata dunia.
“Pameran ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan wastra Lombok secara lebih luas. Kita ingin budaya NTB tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan diapresiasi di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, promosi budaya melalui wastra menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan daerah, khususnya mewujudkan NTB Makmur dan Mendunia.
Sementara itu, Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa pameran tersebut merupakan bagian dari kerja sama internasional sekaligus bentuk diplomasi budaya antara Museum NTB dan AGSA.
“Ini bukan sekadar pameran, tetapi bagian dari diplomasi budaya. Kita ingin menunjukkan bahwa warisan budaya NTB memiliki daya tarik kuat di tingkat global,” jelasnya.
Pameran tersebut akan mengangkat tema Lombok dan Bali, serta dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Two Islands, One Thread: Textiles of Lombok & Bali. Dalam kegiatan itu, Museum NTB akan menampilkan sekitar enam koleksi wastra unggulan.
Menurut Ahmad, masyarakat di Adelaide, Australia, memiliki ketertarikan terhadap warisan budaya Lombok dan Bali. Bahkan, sejumlah koleksi terkait telah menjadi bagian dari koleksi AGSA.
Lebih lanjut, pihak AGSA juga telah menyampaikan undangan resmi kepada Ketua Dekranasda NTB untuk menghadiri pameran dan simposium yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Undangan serupa turut disampaikan kepada Gubernur NTB.
Audiensi ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi budaya lintas negara sekaligus membuka peluang lebih luas bagi promosi wastra NTB di kancah internasional. Pemerintah Provinsi NTB berharap, inisiatif ini tidak hanya memperluas pengenalan budaya, tetapi juga berdampak pada peningkatan nilai ekonomi kreatif daerah melalui produk wastra. (*)













