Lombok Barat, Katada.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun anggaran 2025.
Bagaimana tidak, Dibawah kepemimpinan H. Muhammad Adnan, Bapenda tidak hanya melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menorehkan sejarah baru pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Hingga Selasa (23/12), realisasi PAD Lombok Barat telah mencapai Rp220 miliar atau 101 persen dari target Rp216 miliar. Capaian tersebut bersumber dari pajak daerah serta komponen lain-lain PAD yang sah, termasuk pendapatan denda.
Kinerja sektor Pajak Daerah bahkan lebih impresif. Dari target Rp207 miliar, realisasi telah menembus Rp219 miliar atau setara 105 persen.
Prestasi paling menonjol tahun ini datang dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Untuk pertama kalinya sejak pengelolaan PBB dialihkan dari KPP Pratama Mataram ke daerah, realisasi PBB Lombok Barat berhasil menembus angka 100 persen.
“Pada tahun lalu, realisasi PBB masih berada di kisaran 74 persen. Alhamdulillah, tahun 2025 ini kita berhasil ‘pecah telur’ dengan capaian di atas 100 persen,” ujar Adnan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Secara akumulatif, pendapatan Bapenda tahun ini tumbuh sekitar 13 persen atau meningkat Rp18 miliar di luar penerimaan opsen. Jika digabungkan dengan opsen yang ditargetkan sebesar Rp54 miliar, total peningkatan penerimaan mencapai Rp74 miliar.
Meski secara umum mencatatkan rapor hijau, Adnan mengakui masih terdapat beberapa sektor pajak yang realisasinya berada di angka 96 persen, yakni pajak sarang burung walet, PBJT tenaga listrik, pajak hiburan, dan pajak parkir.
Untuk pajak hiburan, penurunan dipengaruhi oleh berkurangnya kunjungan serta perubahan klasifikasi pajak, di mana omzet makan dan minum kini dialihkan ke pajak restoran. Sementara pajak parkir masih terkendala optimalisasi di tingkat puskesmas, meski penerapan alat kontrol transaksi di RSUD Tripat, RSUD Awet Muda, dan Taman Narmada telah berjalan efektif.
Pada sisi pendapatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), realisasi keseluruhan berada di angka 96 persen. OPD non-BLUD mencatatkan kinerja positif dengan capaian 104 persen, sedangkan sektor BLUD masih di posisi 88 persen.
“Kami masih menunggu sinkronisasi data dari BLUD rumah sakit seperti RSUD Awet Muda dan RSUD Tripat. Kami optimistis sebelum tutup tahun, total PAD dari BLUD dan non-BLUD dapat mencapai 100 persen,” tegasnya.
Menghadapi tahun anggaran berikutnya, Bapenda Lombok Barat menyatakan optimisme tinggi terhadap peningkatan target PAD. Kondisi keamanan yang stabil serta meningkatnya jumlah event pariwisata dinilai menjadi faktor kunci.
“Kami berharap Lombok Barat tetap aman dan kondusif. Event-event pariwisata, khususnya di kawasan Senggigi dan sekitarnya, akan menjadi stimulan penting untuk mendongkrak PAD pada tahun mendatang,” pungkas Adnan. (*)













