Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahHealthNasionalPolitik

Jalan Rusak Renggut Nyawa Balita, Kakek Korban Desak Pemkab Bima Segera Bertindak

×

Jalan Rusak Renggut Nyawa Balita, Kakek Korban Desak Pemkab Bima Segera Bertindak

Sebarkan artikel ini
Potret Jalan Rusak dan Berlumpur di Langgudu Kabupaten Bima

Bima, katada.id – Sarmanto, kakek balita yang meninggal dunia di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Provinsi NTB, akhirnya angkat suara.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bima segera memperbaiki akses jalan rusak yang disebutnya telah puluhan tahun tak tersentuh perbaikan.

Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Pusu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Balita tersebut meninggal dunia saat dalam perjalanan rujukan menuju Puskesmas Monta setelah kendaraan yang ditumpangi terjebak di jalan rusak dan berlumpur.

“Di sini ada listrik dan jaringan. Cuma jalan saja yang rusak,” ujar Sarmanto, Minggu (15/2).

Ia mengungkapkan, jalan tersebut merupakan akses utama warga Desa Pusu, Wadu Ruka, Sarae Bura, hingga Karampi . Kondisinya rusak parah dengan panjang ditaksir mencapai 30 kilometer.

“Kami harap segera diperbaiki. Bayangkan kami harus menempuh perjalanan 30 kilometer untuk menikmati jalan yang sudah diaspal,” ungkapnya.

Menurut dia, kondisi jalan tak hanya menyulitkan aktivitas ekonomi dan sosial warga, tetapi juga mengancam keselamatan, terutama dalam situasi darurat medis.

“Jalan ini mengancam keselamatan, terutama saat kondisi darurat,” imbuhnya.

Kronologi Kejadian

Sarmanto menuturkan, peristiwa bermula pada Jumat (14/2) sore. Dua cucu kembarnya diduga mengalami keracunan setelah tanpa sengaja mengonsumsi obat cacing untuk tanaman cabai yang disimpan di kandang ayam.

“Mereka bermain sore hari, lalu melihat obat cacing cabai yang sudah lama disimpan. Dibuka dan dikonsumsi tanpa sepengetahuan keluarga,” jelasnya.

Mengetahui kejadian itu, orang tua korban segera membawa keduanya ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Pusu untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah ditangani tenaga kesehatan, satu anak dinyatakan membaik.

Namun, satu lainnya dalam kondisi kritis karena diduga mengonsumsi cairan tersebut dalam jumlah lebih banyak

Karena kondisi terus memburuk, balita itu dirujuk ke Puskesmas Monta. Namun proses rujukan terkendala akses jalan rusak. Keluarga harus menunggu kendaraan jenis pikap yang dinilai mampu melintasi jalur berlumpur tersebut.

Menurut Sarmanto, kendaraan biasa sulit melewati akses jalan yang belum diaspal dan penuh lumpur. Setelah cukup lama menunggu, mobil akhirnya berangkat. Namun di tengah perjalanan, nyawa sang balita tak tertolong.

“Menunggu lama baru bisa berangkat. Di tengah jalan, cucu saya sudah meninggal dunia,” ungkapnya lirih.

Ia berharap tragedi serupa tidak kembali terjadi dan meminta Pemerintah Kabupaten Bima segera bertindak memperbaiki akses jalan demi keselamatan warga. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *