Bima, katada.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Donggo, Kabupaten Bima, Selasa (3/3). Dalam kunjungan tersebut, persoalan akses air bersih menjadi sorotan utama setelah warga menyampaikan langsung keluhan mereka.
Di hadapan masyarakat, Gubernur Iqbal menerima laporan bahwa sebenarnya terdapat tampungan air di atas desa. Namun, air tersebut belum bisa dimanfaatkan maksimal karena belum tersedia jaringan pipa untuk mengalirkannya ke rumah-rumah warga. Kondisi air juga disebut menjadi keruh saat musim hujan.
Menanggapi hal itu, Iqbal menegaskan komitmennya untuk segera memasangkan pipa agar air bisa dinikmati masyarakat.
“Air adalah kebutuhan dasar. Tidak boleh ada tampungan air yang tidak bisa dimanfaatkan hanya karena tidak ada pipa,” tegasnya.
Dalam kunjungan itu, Iqbal turut didampingi Kepala Dinas Desa NTB Lalu Hamdi, Kepala Dinas Sosial NTB Masyuri, serta Ketua Baznas NTB. Selain berdialog dengan warga, gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan.
Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, bantuan uang tunai, 50 sak semen untuk perbaikan jalan desa dan mushola, serta 1.000 bibit pohon untuk penghijauan kawasan yang dinilai gundul.
“Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi ini adalah bentuk kehadiran pemerintah. Kita ingin memastikan masyarakat Donggo merasakan perhatian dan dukungan nyata,” ujarnya.
Berdasarkan data pendamping desa, tercatat sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Desa Mbawa masuk kategori kemiskinan ekstrem. Angka tersebut menjadi fokus penanganan pemerintah daerah.
Iqbal menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan ekstrem merupakan prioritas utama. Ia memastikan intervensi yang dilakukan harus tepat sasaran dan dikawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kita tidak boleh membiarkan saudara-saudara kita hidup dalam kemiskinan ekstrem. Program harus tepat sasaran,” katanya.
Di tengah keterbatasan infrastruktur, Donggo disebut memiliki kebanggaan tersendiri. Sekitar 700 warga tercatat menjadi anggota TNI, sementara sejumlah putra-putri daerah berhasil menempuh pendidikan tinggi di Pulau Jawa dan Sulawesi.
“Saya bangga dengan masyarakat Donggo. Dengan segala keterbatasan, banyak yang berhasil menjadi prajurit TNI dan sarjana. Ini bukti semangat masyarakat luar biasa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sori Fo’o, Nasrudin, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai momen bersejarah bagi masyarakat Donggo.
“Kami sangat berterima kasih. Ini kunjungan gubernur pertama ke Donggo dan masyarakat merasa sangat diperhatikan,” ujarnya. (*)













