Bima, katada.id – Program Selasa Menyapa yang digagas Bupati Ady Mahyudi bersama Wakil Bupati Irfan Zubaidy (Adi–Irfan) mencatat sejumlah capaian signifikan.
Setahun berjalan (2025–2026), program layanan publik berbasis “jemput bola” ini sukses menjangkau 32 desa di Kabupaten Bima.
Tercatat 13.027 layanan administrasi kependudukan diselesaikan langsung di lokasi kegiatan. Selain itu, 6.414 jiwa menerima layanan kesehatan gratis. Sebanyak 411 izin usaha juga diterbitkan langsung bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa.
Di sektor sosial dan pemberdayaan, 1.656 ibu hamil mendapatkan penyuluhan serta makanan tambahan. Kemudian 7.808 warga difasilitasi akses BPJS dan KIP, serta 21.000 bibit pohon siap tanam dibagikan kepada masyarakat.
Tak hanya pelayanan administrasi, program ini juga menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga. Total distribusi meliputi 32 ton beras, 2.765 liter minyak goreng, 3.420 kilogram gula, dan 10.481 paket pangan untuk pelaku UMKM.
Bupati Bima Ady Mahyudi menegaskan bahwa Selasa Menyapa bukan sekadar kunjungan kerja rutin, melainkan gerakan menghadirkan negara di tengah rakyat.
“Ini bukan hanya agenda seremonial. Ini adalah cara kami memastikan pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke desa,” ujarnya, Selasa (3/3).
Menurut politisi PAN tersebut, pemerintah tidak boleh berjarak dengan rakyat. Karena itu, pendekatan jemput bola menjadi strategi utama agar masyarakat, khususnya di wilayah terpencil, tetap mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara.
“Negara tidak boleh jauh dari rakyat. Dan kami pastikan, di Bima, negara hadir,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa Selasa Menyapa bukanlah program pencitraan politik, melainkan wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil.
“Ini bukan tentang satu tahun. Ini tentang keberpihakan. Selasa Menyapa bukan program pencitraan. Ini cara kami mencintai rakyat,” katanya.
Sebagai informasi, Selasa Menyapa menjadi bagian dari visi “Bima Bermartabat” yang menekankan kerja nyata ketimbang janji, serta memastikan pelayanan publik lebih cepat, dekat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (*)













