Scroll untuk baca artikel
Daerah

Menyimpang Dari Perencanaan Awal, Menu MBG Paket 7 Hari Berisi Mie Instan di Soromandi Disorot Warga

×

Menyimpang Dari Perencanaan Awal, Menu MBG Paket 7 Hari Berisi Mie Instan di Soromandi Disorot Warga

Sebarkan artikel ini
Poster MBG Bima Soromandi Untuk Rapelan Seminggu (Facebook SPPG Bima Soromandi Sai)

Bima, Katada.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Soromandi Sai kembali menjadi sorotan warga. Gerai MBG yang melayani pemenuhan gizi di Desa Sai dan Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima ini diduga membagikan paket makanan yang berbeda dari perencanaan awal.

Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun media sosial milik warga. Paket makanan rapelan untuk satu minggu, terhitung sejak Sabtu (14/3) hingga Senin (23/3), diduga bermasalah baik dari sisi kesesuaian perencanaan maupun kandungan gizinya.

“Ini MBG untuk 7 hari, porsi besar. Mie 3 bungkus, apel 3 buah, roti 1 buah dan susu Indomilk 6 kotak,” tulis akun Facebook Jager Donggo Ger, Sabtu (14/3).

Warga Desa Sampungu itu juga menuding porsi yang dibagikan dengan plastik warna Hijau itu telah dikurangi oleh pihak pengelola MBG setempat.

“Mie dan apel dikurangi,” sebutnya.

Kepala Dapur SPPG Bima Soromandi Sai, Andri Kusmawan, membenarkan bahwa menu rapelan untuk satu minggu tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan perencanaan awal.

Ia menjelaskan, keberadaan tiga bungkus mie instan dalam paket tersebut merupakan pengganti anggaran untuk pembelian roti mokoh yang sebelumnya direncanakan sebagai menu kue.

“Kemarin sempat mau pesan roti mokoh untuk menu kuenya. Tapi rata-rata stok di supplier habis. Jadi mie digunakan untuk menutupi anggaran kue (mokoh) karena barangnya tidak tersedia,” ujarnya kepada Katada.id.

Menurutnya, kenaikan harga bahan pangan selama bulan Ramadhan juga turut memengaruhi penyediaan menu. Meski begitu, pihaknya mengaku tetap melakukan pengawasan terhadap pengadaan bahan makanan.

“Mitra (pemilik SPPG) kami minta membeli bahan makanan dengan tetap memperhatikan nilai gizi. Namun mungkin kurang hati-hati, sehingga kami juga jadi repot,” tegasnya.

Sementara itu, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)  SPPG Bima Soromandi Sai, Rosdiana, saat dikonfirmasi mengenai menu rapelan tujuh hari tersebut mengatakan bahwa prosesnya (edit) masih berjalan.

“Yang di foto (poster) dengan yang disalurkan memang berbeda,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perbedaan menu tersebut terjadi karena keterbatasan stok bahan. Meski demikian, dirinya mengaku sempat menolak menu tersebut karena dinilai kurang memenuhi standar gizi. Namun penolakan itu tidak berpengaruh.

“KaSPG (Kepala Satuan Pelayanan Gizi) yang tahu kekurangan gizinya,” katanya.

Berdasarkan poster publikasi MBG Bima Soromandi Sai, menu rapelan tujuh hari tersebut terdiri dari mie instan tiga bungkus, apel tiga buah, roti satu buah, dan susu Indomilk enam kotak.

Sebagai informasi sebelumnya SPPG ini juga membagikan menu yang berbeda antara perencanaan yang tercantum melalui poster publikasi (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *