Dompu, katada.id – Bupati Dompu Bambang Firdaus menegaskan bahwa pembangunan pabrik pakan ternak di Kabupaten Dompu akan menjadi solusi konkret bagi petani jagung. Terutama dalam memastikan hasil panen terserap optimal dan harga lebih stabil.
Hal tersebut disampaikan saat ia memimpin langsung kunjungan lapangan (site visit) ke lokasi rencana pembangunan pabrik pakan di Desa Suka Damai, Kecamatan Manggelewa, Kamis (30/04/2026)./
Kunjungan itu difokuskan pada kesiapan lahan serta dukungan infrastruktur sebagai bagian dari program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang tengah didorong pemerintah daerah.
Sebelum menuju lokasi utama, rombongan meninjau fasilitas pendukung, mulai dari silo penyimpanan jagung milik PT Segar Indonesia di Desa Teka Sire hingga pelabuhan bongkar muat jagung di Desa Soro Barat, Kecamatan Kempo. Peninjauan ini menegaskan kesiapan rantai distribusi dari hulu hingga hilir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Pertanian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, jajaran OPD Dompu, PT Berdikari, konsultan Boston Consulting Group (BCG), serta unsur pemerintah kecamatan dan desa.
Dalam peninjauan, dilakukan verifikasi langsung terhadap kondisi lahan, aksesibilitas, sumber air, serta potensi pengembangan kawasan industri pakan.
Bupati menegaskan bahwa selama ini produksi jagung Dompu melimpah, namun belum sepenuhnya memberikan manfaat maksimal bagi petani akibat fluktuasi harga.
“Dengan adanya pabrik pakan, jagung petani akan terserap langsung sebagai bahan baku utama. Ini akan membantu menjaga stabilitas harga dan memberikan kepastian pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan pabrik pakan juga akan memperkuat posisi petani dalam rantai ekonomi daerah, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan.
Selain berdampak pada sektor pertanian, pembangunan pabrik pakan juga dinilai akan menekan biaya produksi peternak, terutama pada sektor unggas yang selama ini sangat bergantung pada pakan dari luar daerah.
“Distribusi akan lebih efisien, harga pakan lebih terkendali, dan peternak bisa lebih berdaya saing,” jelasnya.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari camat, kepala desa hingga warga, untuk bersama-sama mendukung pembangunan tersebut.
“Ini peluang besar bagi daerah dan masyarakat. Mari kita jaga dan dukung agar program ini berjalan sukses,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, menilai pembangunan pabrik pakan sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pakan yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Ia juga mendorong agar ke depan produksi pakan tidak hanya untuk unggas, tetapi juga mencakup ternak lain seperti sapi.
“Harapan kami, ini bisa menjadi solusi menyeluruh bagi kebutuhan pakan ternak di NTB,” ujarnya.
Pabrik pakan yang direncanakan akan berkapasitas besar ini diproyeksikan tidak hanya melayani kebutuhan Dompu, tetapi juga wilayah lain di NTB. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Manggelewa dan sekitarnya.
Kunjungan ini menjadi langkah awal penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberikan manfaat nyata, terutama bagi petani jagung sebagai tulang punggung sektor pertanian di Dompu. (*)













