Scroll untuk baca artikel
Politik

Kiprah Sari Yuliati Dinilai Nyata, Ketua DPRD NTB Ajak Publik Lebih Adil Menilai

×

Kiprah Sari Yuliati Dinilai Nyata, Ketua DPRD NTB Ajak Publik Lebih Adil Menilai

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda saat diwawancarai wartawan. (foto dok katada)

Mataram, katada.id – Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, angkat bicara terkait berbagai pandangan yang berkembang mengenai kiprah Wakil Ketua DPR RI sekaligus Bendahara Umum DPP Partai Golkar, Sari Yuliati.

Menurut Baiq Isvie, penilaian terhadap pengabdian Sari Yuliati seharusnya dilakukan secara objektif dengan melihat rekam jejak dan manfaat nyata yang telah dirasakan masyarakat NTB.

“Pernyataan ini bukan semata karena beliau kolega politik atau kedekatan kepartaian. Ini tanggung jawab moral agar masyarakat tidak dibawa pada penilaian yang sempit, apalagi oleh suara-suara yang tidak berdiri di atas data dan manfaat nyata,” ujarnya, Sabtu (23/5).

Baiq Isvie menilai Sari Yuliati merupakan salah satu putri terbaik NTB yang selama ini konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dari Dapil NTB II Pulau Lombok. Pengabdian tersebut, kata dia, terlihat dari berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut perjuangan Sari Yuliati mencakup sektor pendidikan, infrastruktur, sosial, pertanian, perumahan rakyat, hingga bantuan beasiswa dan persoalan hukum masyarakat.

“Beliau tidak berhenti sebagai simbol keterwakilan. Amanah itu diwujudkan melalui kerja nyata untuk masyarakat,” katanya.

Menurut Baiq Isvie, kualitas pengabdian Sari Yuliati juga tercermin dari kepercayaan yang diberikan Partai Golkar dan lembaga DPR RI. Sari Yuliati saat ini dipercaya menjabat Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar untuk sisa masa jabatan 2024–2029.

Selain itu, ia juga menjabat Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2024–2029.

“Penetapan itu bukan perkara kecil. Itu mencerminkan pengakuan terhadap kapasitas, pengalaman, jejaring, dan integritas politik yang dibangun dalam waktu panjang,” tegasnya.

Baiq Isvie menilai kritik dalam politik merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak mengabaikan fakta dan jejak pengabdian seseorang.

“Kritik dalam politik adalah hal biasa. Tetapi mengerdilkan kerja seseorang tanpa membaca jejak pengabdiannya adalah bentuk ketidakadilan pengetahuan,” ujarnya.

Anggota DPR RI, Sari Yuliati saat salurkan program PIP beberapa waktu lalu. 

Ia mencontohkan sejumlah program yang diperjuangkan Sari Yuliati di NTB, mulai dari penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), hingga perhatian terhadap program sanitasi berbasis masyarakat.

“Tidak tepat bila kerja panjang seperti ini dibaca secara kecil. Tidak adil bila manfaat yang telah dirasakan masyarakat dipersempit hanya karena perbedaan sudut pandang politik,” katanya.

Sebagai sesama perempuan, Baiq Isvie juga menyoroti tantangan yang dihadapi perempuan dalam dunia politik. Menurut dia, perempuan sering kali harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pengakuan.

“Ketika seorang perempuan mampu menembus ruang kepemimpinan nasional, membawa nama NTB, dan tetap menjaga hubungan aspiratif dengan masyarakat, maka yang patut kita lakukan bukan merendahkan, melainkan membaca secara adil,” jelasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak membangun praktik politik yang lebih sehat dan dewasa dengan mengedepankan pengakuan terhadap kerja nyata.

“Politik yang sehat adalah politik yang tidak sibuk mengecilkan orang lain, tetapi membesarkan manfaat. Berani mengkritik, tetapi juga jujur mengakui prestasi,” pungkasnya. (*)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *