Bupati Lobar Kaget Bayi 2 Tahun Positif Covid-19, ’’Saya Tidak Bisa Bayangkan Perasaan Ibunya’’

0
Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid.

Lombok Barat, katada.id – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dengan wajah pucat mengumumkan 2 orang tambahan pasien yang diyatakan positif. Keduanya adalah pasien dengan nomor 27 atas nama HW (laki-laki 2 tahun) dan pasien nomor 30 atas nama RA (perempuan 51 tahun).

’’Saya sangat kaget dan prihatin, bagaimana mereka dapat tertular Covid 19 itu? Terutama dengan bayi yang baru berusia 2 tahun?,” tanya Fauzan prihatin, Minggu (12/4)

Fauzan membayangkan bagaimana susahnya kalau akan mengisolasi bayi usia 2 tahun dalam kondisi seperti sekarang ini. “Bayangkan bagaimana susahnya, pasti sangat rewel. Kasihan para tenaga kesehatan kita. Kalau nanti hasil rapid test ibunya negatif, saya tidak bisa bayangkan repotnya para perawat mengasuhnya. Saya pun tidak bisa bayangkan perasaan ibunya,” ujar Fauzan lirih.

Dengan bertambahnya positif Covid 19, Fauzan mengibaratkan perjalanan beberapa waktu ke depan akan lebih memprihatinkan. ’’Semoga Allah SWT menyelamatkan kita semua, tapi ini seperti fenomena gunung es. Kita tidak tahu bagaimana kondisi kita di hari-hari mendatang,’’ ujarnya.

Untuk itu ia akan terus pantau hasil tracking kontak, dari mana mereka bisa tertular dan dengan siapa kontak mereka. ’’Bayangkan berapa kali tracking, karena ini seperti multi level, saling menyambung. Satu positif dari hasil tracking, maka harus tracking kontak lagi. Berapa biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk rapid test dan swab,” keluh Bupati.
Bupati meminta agar masyarakat harusnya bisa mematuhi anjuran pemerintah.

“Kita semua sudah banyak melakukan kesalahan dengan mengabaikan himbauan pemerintah, dokter, bahkan MUI,” sesal Fauzan.

Bagi Fauzan, Covid-19 di Lombok Barat bukan lagi ancaman, tapi sudah nyata ada sehingga ia sangat menyesalkan masih ada masyarakat yang menyepelekan himbauan pemerintah.

“Tidak saja lewat media televisi, koran, dan lainnya, bahkan tentara dan polisi sampai turun mengingatkan. Mereka itu unsur pemerintah. Saya pun setiap malam door to door ke masjid-masjid untuk menghimbau, ayo taati anjuran pemerintah, dokter, dan MUI. Mereka ini lembaga-lembaga yang memiliki otoritas dan kompeten untuk bicara soal Covid 19,” ketus Fauzan keras.

Pihaknya tidak akan undur sedikitpun untuk terus mengingatkan warga masyarakat, terutama dengan semakin berkembangnya potensi penularan akibat ketidak patuhan masyarakat yang masih saja berinteraksi dengan banyak orang, menciptakan kerumunan, dan tidak awas terhadap pencegahan.

Bagi Fauzan, masyarakat tidak mau memahami karena merasa masih aman dari virus tersebut. Padahal siapa yang tahu seseorang telah tertular atau tidak lalu membiarkan dirinya berinteraksi dengan orang tersebut sampai kemudian ia merasakan gejala virus tersebut.

’’Mari kita bahu membahu bekerja sama. Pemerintah saja tidak akan bisa menghadapi bencana ini sendirian. Ini menyangkut pola hidup masyarakat sehari-hari. Contoh kasus, masih banyak warga berkerumun di masjid, pasar, atau jalan tanpa melindungi diri dengan masker,” himbau Fauzan. (rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here