Jawab Tuntutan Ratusan Mahasiswa, Rektor Unram Janji Usut Dugaan Suap Nilai KKN

0
407
Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH, M.Hum (kemeja putih) saat menjawab tuntutan ratusan mahasiswa.

MATARAM-Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH, M.Hum akhirnya menemui mahasiswa, Rabu (26/6). Itu setelah didesak ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unram.

Menjawab tuntutan mahasiswa, Prof Husni menjelaskan, penerimaan mahasiswa baru Unram melalui tiga jalur. Penerimaan jalur mandiri memang dikenakan uang pangkal sesuai ketentuan Permenrisekdikti. SBMPTN dan SNMPTN tidak dikenakan uang pangkal, meski jumlah keseluruhannya 70 persen.

Ia juga menegaskan komitmen Unram mengusut tuntas dugaan suap nilai KKN 2019. Prof Husni berjanji akan diproses tuntas.

Informasinya, oknum mahasiswa diduga membayar nilai KKN. Untuk satu orang kabarnya membayar hingga Rp 1,5 juta. “Kami sudah membentuk tim khusus, untuk menyelidiki, dan apabila ada temuan ASN yang terlibat, kami akan memecat. Kami tak akan biarkan wajah unram tercoreng,” tegasnya.

Ia menjelaskan mengenai pemberlakuan gerbang elektorink. Menurutnya, itu dilakukan demi menciptakan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar. “Gaji satpam akan disesuaikan berdasarkan kebutuhan,” terang eks Dekan FH Unram ini.

Mahasiswa saat mendengarkan penjelasan Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH, M.Hum

Usai mendengar jawaban rektor, Presiden Mahasiswa Unram M. Amri Akbar mendesak rektor menerima rancangan draf surat pernyataan bersama yang berisi tuntutan mahasiswa.

“Surat pernyataan bersama dari mahasiswa kami terima, selebihnya kami perlu mengadakan rapat lebih lanjut kepada semua unsur pimpinan untuk mengevaluasinya. Hasilnya akan kami sosialisasikan pada mahasiswa,” janji rektor.

Mantan Dekan Fakultas Hukum Unram ini menandaskan, ia sudah bertemu kementerian PUPR untuk membicarakan perbaikan infrastruktur pendidikan di Unram.

Dalam tuntutanya, ada 10 poin yang disampaikan mahasiswa. Yakni, Pemotongan 60 persen UKT mahasiswa semester 9 ke atas, Menghapus Uang Pangkal/SPI, Pemberlakuan semua mahasiswa eks reguler sore semua angkatan, Menggunakan kriteria yang jelas pada penentuan UKT, Perbaikan infrastruktur pendidikan (kelas, LCD, AC , Laboratorium dan sebagainya), Menaikan Gaji Satpam kampus sesuai UMR, Integrasi sistem keamanan kampus, Menaikan anggaran organisasi kemahasiswaan, Melibatkan perwakilan mahasiswa dalam setiap pengambilan kebijakan yang berdampak langsung pada mahasiswa, dan Memberikan sanksi pada mahasiswa yang terlibat Suap Nilai KKN dan Mengusut Tuntas Orang dalam yang terlibat.

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus, gabungan dari BEM, DPM dan Ormawa Unram menggelar unjuk rasa di Rektorat Unram, Rabu (26/6). Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas menyoroti kebijakan kampus.

Aksi yang digawangi BEM Unram diawali dengan long march dari fakultas masing-masing. Kemudian mereka bergerak dan menggedor rektorat. Di situ mereka menerobos pagar kampus dan menduduki aula Rektorat Unram.

Mahasiswa yang mengenakan almamater kebanggaan Unram menyoroti pemberlakuan uang pangkal, dugaan suap KKN, dan ketimpangan demokrasi kampus. Selain itu, mereka juga menyoroti pemberlakuan gerbang elektronik, serta buruknya fasilitas kampus. (sm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here