Polresta Mataram gerebek gudang distributor makanan dan minuman di Lingsar

0
Anggota Tipidter Satreskrim Polresta Mataram memasang garis polisi pada tumpukan makanan kadaluarsa. (Foto Polresta Mataram)

Mataram, katada.id – Polresta Mataram menggerebek sebuah gudang distributor makanan dan minuman Desan Geria, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Jumat (26/6).

Distributor PT DJ (inisial) diduga menyimpan dan memperjualbelikan makan serta minuman yang sudah kadaluarsa. Petugas juga menyegel gudang dengan memasang garis polisi.

Dalam penggerebekan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, diamankan sembilan karton mayones kadaluarsa, 10 kartun dan satu botol ovile oil.

Barang lain yang diamankan, lima kartin oatsy rolet, 21 karton kecap manis, tiga karton oasty apricot, enam karton tropical, enam sarden, satu karton bener finepel, dua karton davicin caramel dan lima botol davinci meta cabano sauce.

Ditambah satu botol cola bear, satu karton golden bear, 28 botol kecap, satu karton gelatin leaf, dua karton macarel, dua karton dine cabai, 12 botol bubuk kunyit, dua karton almond powder dan satu jerigen solar bersubsidi sebanyak 23,10 liter.

’’Pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar TKP karena terdapat bau tidak sedap yang berasal dari gudang tersebut,’’ kata Kadek Adi.

Atas informasi itu, tim Unit Tipidter Satuan Reskrim menindaklanjuti dan melakukan pengecekan di TKP. Setelah dilakukan pengecekan didapati bahan makanan yang sudah tidak layak dan kadaluarsa di tumpuk sembarangan. ’’Sehingga menimbulkan bau keluar di lingkungan sekitar,’’ terangnya.

Saat pengecekan administrasi distributor ini juga kata Kadek Adi, tidak memiliki izin usaha. Sementara di dalam gudang ditemukan bahan bakar minyak yang dipakai untuk genset serta bahan makanan sudah kadaluarsa yang bercampur dengan bahan makanan yang akan dijual.

’’Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang di gudang, banyak merk yang diduga tidak memiliki izin edar dan tidak menggunakan label petunjuk bahasa Indonesia,’’ ungkapnya.

Adapun barang-barang kadaluarsa yang diamankan itu akan dimusnahkan. ’’Saat ini saksi-saksi dan barang bukti berada di Unit tipidter untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,’’ tandasnya. (one)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here