Kota Bima, katada.id –Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan kesiapan layanan spesialistik di RSUD Kota Bima dalam kunjungan kerjanya bersama Lalu Muhamad Iqbal, Jumat (27/2).
Peninjauan itu difokuskan pada progres pembangunan fisik, pengadaan alat kesehatan, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari peningkatan kelas rumah sakit menjadi Tipe C sesuai regulasi Kementerian Kesehatan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan, kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.
“Kami ingin memastikan langsung bahwa pembangunan fisik, alat kesehatan, dan SDM benar-benar siap sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh untuk layanan spesialistik tertentu,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan RSUD Kota Bima menjadi langkah penting agar masyarakat Pulau Sumbawa, termasuk Kabupaten Bima dan Dompu bisa mendapatkan layanan intervensi jantung, kemoterapi kanker, hemodialisis, hingga pemeriksaan penunjang lanjutan tanpa harus ke Mataram.
Minimalisir Ketergantungan Rujukan
Selama ini, sejumlah layanan seperti cathlab (intervensi jantung), kemoterapi, patologi anatomi, dan neurointervensi masih terpusat di Lombok. Kondisi itu membuat pasien dari wilayah timur NTB harus menempuh perjalanan laut dan darat ratusan kilometer dalam kondisi sakit.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegasjab bahwa penguatan RSUD Kota Bima merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi menghadirkan pemerataan layanan kesehatan.
Ia juga menegaskan, pengembangan ini berjalan seiring dengan peningkatan kelas RSUD H.L. Manambai Abdul Kadir menjadi Tipe B untuk memperkuat sistem rujukan regional di Pulau Sumbawa.
“Kita ingin sistem rujukan di Sumbawa lebih mandiri, sehingga pelayanan lebih cepat dan biaya masyarakat bisa ditekan,” tegasnya.
Peningkatan Kapasitas dan Fasilitas
Sebelum peningkatan, RSUD Kota Bima memiliki 98 tempat tidur dengan tujuh poliklinik dan layanan ICU terbatas. Setelah penguatan, kapasitas ditargetkan meningkat menjadi sekitar 230 tempat tidur dengan 14 poliklinik, ICU, NICU, ICVCU, instalasi bedah sentral, laboratorium lengkap, serta IGD modern berbasis zonasi.
Peralatan medis unggulan seperti cathlab, CT Scan, mamografi, C-Arm, echocardiography, serta layanan hemodialisis turut disiapkan untuk menunjang peningkatan layanan.
Selain itu, pemerintah juga melengkapi SDM dengan dokter spesialis onkologi, urologi, bedah saraf, neurologi intervensi, serta anestesi dan terapi intensif.
Target Terukur
Pasca peningkatan kelas, pemerintah menargetkan rasio tempat tidur mendekati 1,44 per 1.000 penduduk dengan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) sekitar 75 persen.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka rujukan ke Mataram, mengurangi waktu tunggu pasien, serta meningkatkan efisiensi biaya kesehatan masyarakat di wilayah timur NTB.
Penguatan RSUD Kota Bima dinilai menjadi tonggak penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan merata bagi masyarakat Pulau Sumbawa. (*)













