Mataram, katada.id— Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2024 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) Nusa Tenggara Barat senilai Rp 99 miliar tersendat. Sejumlah pembangunan sekolah belum rampung, meski telah berjalan lebih dari dua tahun.
Beberapa proyek bahkan diproyeksikan baru selesai pada 2026. Di antaranya pembangunan SMAN 2 Bolo dan SMAN 1 Parado di Kabupaten Bima.
Di lapangan, progres pekerjaan tidak seragam. Rekanan proyek SMAN 2 Bolo menyebut pembangunan telah memasuki tahap akhir. Seperti pengecatan, pemasangan kaca jendela, dan plafon.
Namun, meski progres fisik hampir rampung, persoalan muncul pada pencairan anggaran. Rekanan mengaku dana proyek belum cair.
Mereka telah mendatangi Dikpora NTB, tetapi belum memperoleh kepastian. Dinas beralasan proses pencairan terhambat pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek DAK.
Anggota DPRD NTB Muhammad Aminurlah menilai progres pembangunan SMAN 2 Bolo masih jauh dari layak digunakan. “Sampai hari ini, SMA 2 Bolo itu baru plester. Belum bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Aminurlah mempertanyakan lambannya penyelesaian proyek yang seharusnya bersifat tahun tunggal. “Itu bukan pekerjaan tahun jamak. Kenapa sampai hari ini belum selesai?” kata dia.
Menurut dia, keterlambatan tersebut berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar. Infrastruktur yang belum siap dinilai menghambat upaya peningkatan kualitas pendidikan. “Bagaimana mencerdaskan anak bangsa kalau infrastruktur yang dibutuhkan tidak bisa diselesaikan,” ujarnya.
Ia menyoroti proyek yang telah berjalan dua tahun dan berpotensi memasuki tahun ketiga. “Ini sudah dua tahun, mau masuk tahun ketiga. 2024, 2025 sudah lewat, 2026 belum juga selesai,” kata Aminurlah.
Aminurlah juga menegaskan tanggung jawab penyelesaian proyek berada pada pemerintah daerah sebagai pelaksana anggaran. Ia meminta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal segera menginstruksikan jajarannya. “Persoalan ini tidak boleh berlarut. Tinggal instruksi gubernur kepada dinas terkait,” ujarnya.
Dia mengaku, Komite sekolah SMAN 1 Parado Kaharudi sempat mempertanyakan kejelasan proyek yang tak kunjung rampung kepada dirinya. “Masyarakat menunggu. Di mana tanggung jawab pemerintah?” katanya.
Dikpora NTB pada 2024 memperoleh alokasi DAK fisik sebesar Rp 99 miliar. Rinciannya, Rp 76 miliar untuk jenjang SMA dan Rp 6,1 miliar untuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan unit sekolah baru, renovasi gedung, serta penambahan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar. (*)













