Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahNasional

Petani Jagung Sumbawa Terancam Gagal Panen, Senator Mirah Desak Pemerintah Segera Turun Tangan

×

Petani Jagung Sumbawa Terancam Gagal Panen, Senator Mirah Desak Pemerintah Segera Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPD RI, Mirah Midadan (Istimewa)

Mataram, katada.id – Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, menyampaikan keprihatinan mendalam atas ancaman gagal panen (puso) tanaman jagung yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa. khususnya di dua kecamatan yang terdampak serius yakni Kecamatan Empang dan Kecamatan Plampang.

Informasinya, Banjir yang merendam lahan pertanian dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan kerusakan tanaman jagung milik petani. Kondisi itu kata Mirah dinilai tidak hanya berdampak pada penurunan produksi pangan daerah, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi keluarga petani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

“Saya menyampaikan keprihatinan atas ancaman gagal panen tanaman jagung di Kecamatan Empang dan Plampang akibat banjir yang merendam lahan pertanian. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada produksi pangan daerah, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi petani,” ujar Mirah belum lama ini

Ia mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk membantu petani terdampak. Menurutnya, distribusi bantuan bibit dan pupuk harus dilakukan secara tepat sasaran dan transparan agar petani bisa segera memulai kembali masa tanam.

Mirah juga menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan petani melalui mitigasi bencana serta optimalisasi program asuransi pertanian. Hal tersebut dinilai krusial mengingat intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya mendorong langkah cepat pemerintah dalam penyaluran bantuan bibit dan pupuk, serta penguatan sistem perlindungan petani melalui mitigasi bencana dan asuransi pertanian. Negara harus hadir memastikan petani mendapatkan dukungan nyata agar dapat bangkit, pulih, dan kembali produktif,” tegasnya.

Ia menambahkan, daerah sentra produksi jagung seperti Sumbawa memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, perlindungan terhadap petani harus menjadi prioritas bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Mirah berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan dapat segera diwujudkan guna meminimalkan kerugian petani sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.

Berikut versi berita yang telah dirapikan sesuai gaya penulisan katada.id:

Ancaman Gagal Panen Menghantui Petani Jagung Sumbawa, Senator Mirah Desak Pemerintah Segera Tangani

Mataram, katada.id – Anggota DPD RI asal NTB, Mirah Midadan Fahmid, menyampaikan keprihatinan mendalam atas ancaman gagal panen (puso) tanaman jagung yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa, khususnya di Kecamatan Empang dan Kecamatan Plampang.

Banjir yang merendam lahan pertanian dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan menyebabkan kerusakan tanaman jagung milik petani. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada penurunan produksi pangan daerah, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi keluarga petani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

“Saya menyampaikan keprihatinan atas ancaman gagal panen tanaman jagung di Kecamatan Empang dan Plampang akibat banjir yang merendam lahan pertanian. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada produksi pangan daerah, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi petani,” ujar Mirah, belum lama ini.

Ia mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah cepat dan konkret untuk membantu petani terdampak. Menurutnya, distribusi bantuan bibit dan pupuk harus dilakukan secara tepat sasaran dan transparan agar petani dapat segera memulai kembali masa tanam.

Selain itu, Mirah menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan petani melalui mitigasi bencana serta optimalisasi program asuransi pertanian. Hal tersebut dinilai krusial mengingat intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya mendorong langkah cepat pemerintah dalam penyaluran bantuan bibit dan pupuk, serta penguatan sistem perlindungan petani melalui mitigasi bencana dan asuransi pertanian. Negara harus hadir memastikan petani mendapatkan dukungan nyata agar dapat bangkit, pulih, dan kembali produktif,” tegasnya.

Ia menambahkan, daerah sentra produksi jagung seperti Sumbawa memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, perlindungan terhadap petani harus menjadi prioritas bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Mirah berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan dapat segera diwujudkan guna meminimalkan kerugian petani sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di daerah. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *