Scroll untuk baca artikel
Daerah

Fitra NTB Kritik Belanja Modal Pemprov Hanya 3,4 Persen, Terendah Secara Nasional dan Jauh dari Amanat UU 20 Persen

×

Fitra NTB Kritik Belanja Modal Pemprov Hanya 3,4 Persen, Terendah Secara Nasional dan Jauh dari Amanat UU 20 Persen

Sebarkan artikel ini
Ketua Fitra NTB, Ramli Ernanda. (istimewa)

Mataram, katada.id – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) NTB membeberkan total belanja modal Pemprov NTB hanya 3,4 persen jauh dari target Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) sebanyak 20 persen dari Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD).

‎”Kita ingin memotret dalam kerangka APBD kita, ada 3,4 persen belanja modal tahun 2026,” kata ketua FITRA NTB, Ramli Ernanda saat  diwawancarai wartawan di Mataram, Jumat (05/3).

‎Ia mengkritik atas klaim pemerintah provinsi NTB pembahasan APBD telah dilakukan secara baik dan berkualitas.

‎”Tetapi ini membuktikan angka 3,4 persen terendah se-nasional,” kata dia.

‎Lebih lanjut ia mengatakan kualitas APBD dimulai dengan melihat rasio belanja modalnya. “Idealnya 20 persen kalau kita mau menyelesaikan infrastruktur publik,” jelas dia.

‎Sebagai contoh ia menjelaskan untuk pemeliharaan jalan di NTB, Pemprov NTB hanya mengalokasikan anggaran kisaran 7 miliar. Kondisi anggaran ini di nilai timpang dengan kondisi infrastruktur jalan di NTB dengan kisaran anggaran 500 miliar.

‎”Ini untuk memelihara jalan 1.500 kilometer hanya 7 miliar dan ini melanggar aturan, melanggar regulasi PP kaitan dengan pajak,” kata dia.

‎Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 35 tahun 2023 menekankan hasil PKB dan opsen PKB minimal 10 persen digunakan untuk infrastruktur jalan.

‎”Target pajak kita 2026 sebanyak 380 milliar yang akan di tarik dari kantong kita semua. Kalau saja 10 persen seharusnya 38 miliar,” jelas dia. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *