Scroll untuk baca artikel
Daerah

MUI NTB Soroti Judi Sabung Ayam dan Narkoba, Minta Sinergi Semua Pihak

×

MUI NTB Soroti Judi Sabung Ayam dan Narkoba, Minta Sinergi Semua Pihak

Sebarkan artikel ini
Foto bersama pasca kegiatan pengukuhan dan silahturahmi kebangsaan Dewan Pimpinan MUI NTB.

Mataram, katada.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, TGH. Badrun berharap agar ada sinergitas antara seluruh pihak dalam mengatasi persoalan umat di NTB.

Hal itu disampaikan pada kegiatan pengukuhan dan silahturahmi kebangsaan Dewan Pimpinan MUI NTB masa khidmat 2025 – 2030 di Auditorium UIN Mataram, Sabtu (11/4).

Hadir dalam kegiatan itu, Menteri ATR BPN, Nusron Wahid, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal dan Rektor UIN Mataram serta ratusan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutanya, Badrun menyoroti sejumlah persoalan keumatan yang dinilai semakin marak di NTB, di antaranya praktik perjudian hingga peredaran narkotika.

“Salah satu yang sangat menonjol dan yang sangat mengkhawatirkan kita pak Gubernur. Kami menerima laporan kemarin di Kota Mataram. Izin, mohon maaf. Hadirin sekalian, ada tiga lokasi perjudian sabung ayam yang marak luar biasa,” kata ketua MUI NTB ini.

“Kemudian kasus-kasus narkoba hampir setiap lingkungan di seluruh Nusa Tenggara Barat, itu pasti ada,” sambung dia.

Ia menegaskan, MUI NTB siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menangani persoalan tersebut bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami siap, pengurus-pengurus yang 125 jumlahnya ini siap untuk bekerjasama dengan Bapak Gubernur dan para tuan guru kita di seluruh Nusa Tenggara Barat juga siap untuk mendukung,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal mendorong agar MUI tidak hanya berperan dalam ranah keagamaan, tetapi juga aktif dalam ijtihad sosial untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.

“Salah satu dari apa yang disampaikan oleh ketua MUI NTB tadi. Tetapi ada banyak masalah lain yang membutuhkan keterlibatan MUI mulai dari pernikahan usia dini, narkoba dan yang paling sensitif adalah masalah semakin banyak pelecehan seksual justru di institusi pendidikan islam.

Menurut Iqbal, meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan Islam berpotensi memunculkan stigma negatif terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

 

“Bagi kita perjuangan ini lumayan beratnya. Untuk menahan bagaimana tidak muncul stigma bahwa pesantren adalah rentan. Ini kita harapkan MUI ambil peran,” kata dia.

Selain itu, Iqbal juga memaparkan tiga program prioritas pemerintahannya bersama Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pariwisata mendunia. Di luar itu, ia menekankan pentingnya pembangunan spiritual sebagai prioritas yang tidak tertulis.

“Karena itu prioritas yang tidak tertulis kita wariskan ke MUI,” kata dia. (*)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *