Scroll untuk baca artikel
DaerahPendidikan

Legislator Lila Perkenalkan Metode Digital Sederhana, Tumbuhkan Literasi Dasar Siswa di Bima

×

Legislator Lila Perkenalkan Metode Digital Sederhana, Tumbuhkan Literasi Dasar Siswa di Bima

Sebarkan artikel ini
Lila Ramadhani Sukendi Saat Memperkenalkan Metode Belajar Digital Sederhana di Salah Satu Sekolah Dasar di Kabupaten Bima

Bima, Katada.id- Kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) siswa Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Kondisi ini mendorong intervensi di tingkat daerah, termasuk yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bima, Lila Ramadhani Sukendi.

Lila mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah dasar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima pekan lalu. Kegiatan itu bertujuan mendorong peningkatan kemampuan literasi dasar siswa sejak dini.

“Kami mengunjungi langsung sekolah-sekolah untuk mendorong anak-anak lebih semangat belajar membaca, menulis, dan berhitung,” ungkap Lila, Kamis (9/4).

Melalui kesempatan itu politisi kelahiran Sanggar itu memperkenalkan metode pembelajaran berbasis teknologi digital sederhana. Ia menjelaskan, pendekatan ini dirancang agar tetap bisa digunakan tanpa akses internet, sehingga sesuai dengan kondisi sebagian sekolah di daerah.

Menurut dia, penggunaan perangkat digital secara offline dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih interaktif dan mudah dipahami, khususnya di jenjang sekolah dasar.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat capaian Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 masih tertinggal. Dalam asesmen yang mengukur kemampuan siswa usia 15 tahun di bidang membaca, matematika, dan sains itu, Indonesia berada di kisaran peringkat 69 dari sekitar 80 negara.

“Ini menunjukkan kita masih berada di kelompok bawah secara global. Karena itu, penguatan literasi dasar harus dimulai sejak pendidikan dasar,” tegas Politisi Golkar itu

Ia menegaskan, keterbatasan akses pendidikan dan teknologi tidak boleh menjadi alasan bagi daerah untuk tertinggal. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, menurutnya, perlu terus mendorong inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap kondisi lokal.

Melalui inisiatif ini, Lila berharap kemampuan calistung siswa di Kabupaten Bima dapat meningkat secara bertahap, sekaligus memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan dengan daerah lain. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *