Bima, Katada.id- Kenaikan harga jagung dalam beberapa pekan terakhir membawa kabar menggembirakan bagi para petani di Nusa Tenggara Barat (NTB). Harga di tingkat lapangan kini berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp5.100 per kilogram, sementara di tingkat gudang pembelian mencapai Rp5.400 hingga Rp5.500 per kilogram.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana harga jagung di tingkat petani hanya berkisar Rp4.100 hingga Rp4.200 per kilogram. Selisih harga ini menjadi angin segar bagi petani yang selama ini menghadapi tingginya biaya produksi.
Sejumlah petani mengaku kondisi saat ini jauh lebih menguntungkan. Kenaikan harga tidak hanya mampu menutup biaya pupuk dan tenaga kerja, tetapi juga memberikan margin keuntungan yang lebih baik dibanding musim sebelumnya.
“Sekarang harga sudah bagus, jauh lebih tinggi dari tahun lalu. Kami bisa sedikit lega karena ada keuntungan,” ujar Galang, petani muda di Desa Kala, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima, Selasa (21/4).
Menguatnya harga jagung informasinya dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan, terutama dari industri pakan ternak, serta terbatasnya pasokan akibat faktor cuaca di sejumlah daerah penghasil. Kondisi ini membuat harga di pasaran bergerak naik.
Di sisi lain, distribusi hasil panen yang relatif lancar turut menjaga kestabilan harga di tingkat petani. Pemerintah daerah bersama pihak terkait dinilai cukup aktif dalam memastikan rantai pasok tetap berjalan baik.
Meski demikian, petani berharap tren positif ini dapat bertahan hingga panen raya. Mereka juga meminta adanya pengawasan agar harga tetap stabil dan tidak merugikan petani saat produksi melimpah.
“Semoga harga jagung terus naik. Tidak merosot saat panen raya berlangsung,” harap dia. (*)













