Scroll untuk baca artikel
Daerah

Target PAD 2026 Naik, Bapenda Lombok Utara Siapkan Strategi Ekstra dan Kolaborasi Lintas Sektor

×

Target PAD 2026 Naik, Bapenda Lombok Utara Siapkan Strategi Ekstra dan Kolaborasi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Tri Darma Sudiana

Lombok Utara, Katada.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini tengah bersiap menghadapi tantangan besar dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026.

Target yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan, menuntut kesiapan strategi yang jauh lebih matang.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KLU, Tri Darma Sudiana, menegaskan bahwa berbagai inisiasi yang dijalankan saat ini merupakan langkah krusial untuk menjawab beban target tersebut. Menurutnya, pencapaian target bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh pengelola pendapatan.

“Tantangan di tahun 2026 sangat besar dengan kenaikan target yang cukup signifikan. Oleh karena itu, sinergi dan semangat kebersamaan seluruh pihak menjadi kunci utama agar tren positif PAD yang kita miliki saat ini tetap terjaga,” ujar Tri Dharma (18/1).

Bapenda Lombok Utara kini fokus pada standarisasi program yang terukur dan berdampak langsung pada peningkatan penerimaan. Inovasi teknologi dan pemutakhiran data objek pajak menjadi prioritas untuk memastikan tidak ada potensi yang terlewatkan.

Target yang semakin tinggi, Pemda Lombok Utara diharapkan mampu memperluas basis pajak daerah serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pendekatan yang lebih modern dan transparan.

Penguatan pendapatan daerah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Direktur Pendaftaran Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Teguh Narutomo, dalam arahannya menekankan bahwa kemandirian fiskal adalah pilar utama desentralisasi.

Daerah dituntut untuk tidak terus-menerus bergantung pada dana transfer dari pusat yang seringkali membatasi fleksibilitas anggaran.

“Pemerintah daerah harus lebih optimal dalam menggali potensi pajak dan retribusi. Strategi menyeluruh mulai dari perluasan basis pajak hingga pengawasan dan penindakan yang tegas sangat diperlukan untuk mengatasi ketimpangan fiskal,” tegas Teguh. (ham)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *