Bima, Katada.id — Tim lintas instansi menggelar bakti sosial (baksos) operasi katarak di RSUD Bima sebagai upaya menekan angka kebutaan akibat katarak di wilayah tersebut. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Sentra Paramita Mataram Kementerian Sosial RI, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Bima, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) NTB, serta RSUD Bima.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Hj. Nurul Wahyuti, SE., ME, menyampaikan pada Minggu (26/4) bahwa pelaksanaan operasi berlangsung selama tiga hari, yakni 16–17 April 2026, dengan jumlah pasien yang berhasil dioperasi sebanyak 14 orang dari target 15 pasien asal Kabupaten Bima.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan pada Sabtu, 25 April 2026, dengan jumlah pasien yang layak operasi mencapai 57 orang dari target 125 pasien. Rendahnya kehadiran pasien disebutkan karena bertepatan dengan musim panen.
Pasien yang menjalani operasi katarak berasal dari sejumlah kecamatan, di antaranya Langgudu, Palibelo, Ambalawi, Lambu, Parado, Woha, Wawo, Sanggar, Sape, Wera, dan Monta.
Tim medis yang terlibat dalam kegiatan ini dipimpin oleh dr. Harir Rahmania, Sp.M, bersama dr. Monalisa, Sp.M, dr. Tina, Sp.M, dr. Devyntya Monica Putri, Sp.M, dan dr. Andi Ashady Fitrah Pawallangi, Sp.M. Turut mendukung kegiatan tersebut tim dari lintas instansi, termasuk Suryati, SKM (Dikes NTB), Mira (Dinsos NTB), dan Halida (Dikes Kota Bima).
Nurul Wahyuti menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengurangi angka kebutaan akibat katarak, yang masih menjadi penyebab utama gangguan penglihatan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa katarak merupakan penyakit yang dapat disembuhkan melalui tindakan operasi.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bima, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam pelaksanaan operasi katarak ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan guna menurunkan angka katarak di Kabupaten Bima,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperluas akses layanan kesehatan mata di wilayah Bima. (*)











