Mataram, katada.id – Aksi Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (AMR NTB) berjalan ricuh. Akibat kericuhan satu orang mahasiswa dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Mataram mengalami luka di kepala.
Ketua FMN Cabang Mataram, Dodi mengatakan satu orang dari mahasiswa mengalami terluka. “Baru ada satu kawan yang kepalanya berdarah dari represif aparat,” kata Dodi saat di hubungi wartawan, Senin (5/5).
Selain itu, Dodi mengatakan kordinator lapangan III dari FMN Cabang Mataram mendapatkan ucapan seksis dari aparat kepolisian.
Atas insiden itu, secara organisasi Front Mahasiswa Nasional akan menyurati Komnas HAM RI. Organisasi nasional itu juga rencananya akan menggelar pernyataan sikap terbuka seluruh NTB.
”Dan kami akan merencanakan aksi hari kamis,” kata dia.
Kordinator Lapangan Aksi, Irawan mengatakan akibat kericuhan itu, pihak kepolisian menarik sound sistem pengunjuk rasa. “Sound sistem rusak. Kaca spion mobil rusak,” kata dia.
Kericuhan antara polisi dan pendemo. (foto dok katada)
Sementara itu, Polresta Mataram mengklaim aksi mahasiswa berjalan kondusif. Pengamanan dipimpin langsung Kapolresta Mataram Kombes Pol.Hendro Purwoko SIK dengan melibatkan sejumlah perwira sebagai pengendali lapangan di titik-titik aksi.
“Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, agar aksi unjuk rasa dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ungkap Kapolresta dalam keterangan tertulisnya.
Menurut dia, seluruh personel yang bertugas telah diberikan arahan untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan, sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kehadiran aparat bukan untuk membatasi, tetapi mengawal agar aspirasi yang disampaikan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tersampaikan dengan baik,” jelas dia. (*)













