Scroll untuk baca artikel
Daerah

Giliran Mahasiswa Donggo–Soromandi Yogyakarta Kecam Gubernur NTB Soal Jalan Rusak ‎

×

Giliran Mahasiswa Donggo–Soromandi Yogyakarta Kecam Gubernur NTB Soal Jalan Rusak ‎

Sebarkan artikel ini
Pembacaan pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa Donggo - Soromandi Kota Yogyakarta. (foto dok mahasiswa)

‎‎Mataram, katada.id – Aliansi mahasiswa donggo-soromandi Yogyakarta mengecam sikap Gubernur NTB karena tidak merespon tuntutan perbaikan infrastruktur jalan Soromandi.

‎Menurut mahasiswa, kecaman terhadap Gubernur NTB yang merupakan alumni Yogyakarta karena kemarahan rakyat atas pengabaian infrastruktur jalan sepanjang 18 kilometer itu.

‎”ini adalah buah dari pengabaian struktural yang telah berlangsung selama 30 tahun. Masyarakat Soromandi dipaksa melewati jalanan rusak yang telah banyak memakan korban jiwa, sementara pemerintah daerah seolah menutup mata,” kata perwakilan mahasiswa Donggo – Soromandi, Dion dalam keterangan kepada katada.id, Rabu (6/5).

‎Dion menilai, anggaran untuk memperbaiki jalan Soromandi sangat kecil jika dilihat dari total APBD NTB 2026 sebesar Rp 5.622.491.479.442.

‎Kata Dion, berdasarkan kajian mahasiswa Yogyakarta, untuk jalan sepanjang 18 kilometer itu akan menelan anggaran kisaran 24 miliar. “Angka ini tergolong kecil bagi sebuah provinsi, namun entah mengapa pemerintah begitu enggan merealisasikannya,” ujar Dion.

‎Menurut, waktu lebih dari 30 tahun sudah cukup untuk mengabaikan jalan Soromandi. “Apakah nyawa rakyat Soromandi dianggap lebih murah daripada nilai proyek tersebut? Tiga puluh tahun adalah waktu yang sangat lama untuk sebuah pengabaian,” jelasnya.

‎Karena itu, mahasiswa Donggo – Soromandi Yogyakarta akan menuntut Gubernur NTB agar segera memberikan pernyataan sikap yang jelas dan merealisasikan seluruh tuntutan perbaikan jalan pantura itu.

‎Mahasiswa Yogyakarta itu, menuding Gubernur NTB bungkam terhadap jalan Soromandi. Atas itu, mahasiswa kota pelajar itu akan gelar aksi protes lintas organisasi di Yogyakarta.

‎”Kami akan melakukan aksi besar-besaran agar seluruh masyarakat Jogja juga tahu bahwa Pemerintah Provinsi NTB tidak becus melihat kesengsaraan rakyatnya,” tegas Dion.

‎Sementara itu, perwakilan Soromandi Yogyakarta, Fikram mengatakan Gubernur NTB harus memberikan jawaban konkret atas infrastruktur Soromandi. “Jika Gubernur NTB tidak segera memberikan jawaban konkret, kami akan memastikan suara kekecewaan dan mosi tidak percaya ini bergema di Yogyakarta sebagai bentuk solidaritas kami terhadap tanah kelahiran,” tegas Fikram. (*)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *