Mataram, katada.id – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono, melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam pelantikan serentak yang digelar di Hotel Lombok Raya, Sabtu (4/7). Pelantikan mengusung tema “Merajut Khidmat: Menuju Kejayaan PPP NTB” sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPW PPP NTB, Muzihir, mengatakan kepengurusan baru akan difokuskan pada penguatan konsolidasi hingga tingkat akar rumput. Melalui konsolidasi tersebut, PPP NTB menargetkan mampu meraih sedikitnya satu kursi DPRD di setiap daerah pemilihan pada Pemilu 2029.
“Satu daerah pemilihan satu anggota dewan. Itu yang akan kami perjuangkan bersama,” ujar Muzihir.
Menurutnya, kehadiran Muhamad Mardiono dalam pelantikan tersebut menjadi suntikan semangat bagi seluruh kader untuk membesarkan partai di NTB.
Bagi Muzihir, langkah tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kondisi internal PPP NTB tetap solid meski belakangan beredar berbagai informasi di media sosial yang menyebut partai berlambang Ka’bah itu mengalami perpecahan.
“Yang ada hanya persoalan internal kecil yang melibatkan segelintir orang dan tidak perlu dibesar-besarkan. Tidak ada perselisihan di PPP NTB,” katanya.
Muzihir menambahkan, putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang menguatkan keputusan Menteri Hukum terkait kepengurusan PPP telah memberikan kepastian hukum terhadap kepemimpinan Muhamad Mardiono.
“Setelah keluarnya putusan PTUN Jakarta, tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan mengenai kepengurusan partai. Kepemimpinan Pak Mardiono sudah memiliki kepastian hukum,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa secara nasional PPP telah menuntaskan musyawarah wilayah di seluruh 38 provinsi. Sementara itu, dari sekitar 500 kabupaten/kota di Indonesia, hanya sekitar 10 persen atau sekitar 50 DPC yang masih menyelesaikan musyawarah cabang.
Menurut Muzihir, proses konsolidasi tersebut berlangsung kondusif di sebagian besar daerah, termasuk di NTB. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang dinilainya tidak berdasar mengenai kondisi internal partai.
“Kami mengajak seluruh kader tetap fokus membesarkan partai dan meningkatkan perolehan kursi,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPP PPP Muhamad Mardiono mengatakan dinamika yang terjadi di NTB hanya melibatkan segelintir kader yang tidak mengikuti instruksi partai. Menurutnya, setiap kader wajib tunduk pada mekanisme organisasi yang berlaku.
“Bagi kader yang tidak mengikuti keputusan partai akan diikutkan kembali dalam sekolah politik partai,” kata Mardiono. (*)












