Mataram, katada.id – Polda NTB mulai mematangkan pengamanan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika. Sebanyak 2.678 personel disiapkan dalam Operasi Rinjani untuk mengamankan rangkaian MotoGP yang berlangsung 9–11 Oktober mendatang.
Kesiapan tersebut dibahas dalam Latihan Pra Operasi (Latpraops) pengamanan MotoGP Series ke-18 Tahun 2026 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Rabu (30/9).
Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho yang mewakili Kapolda NTB mengatakan, Latpraops bukan sekadar tahapan persiapan operasi. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyamakan langkah dan kesatuan sikap seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan.
“Melalui rangkaian ini, kita memastikan setiap personel memahami tugas dan menguasai peranya dan siap menghadapi dinamika yang terjadi dilapangan,” kata Wakapolda.
Menurut dia, gelaran MotoGP tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. Event internasional tersebut juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan NTB sebagai daerah yang aman dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat.
“Karena itu, pengamanan dan keamanan harus cermat dilaksanakan,” tegas dia.
Sementara itu, General Manager The Mandalika I Made Pariwijaya mengatakan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober. Dalam gelaran tersebut terdapat empat jenis balapan, yakni MotoGP, MotoGP2, MotoGP3 dan MotoGP4.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan MotoGP ditargetkan memberikan perputaran ekonomi hingga Rp5 triliun pada 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan target perputaran ekonomi pada 2025 sebesar Rp4,96 triliun.
“Dari 4,96 Triliun 2025 menjadi 5 triliun di 2026,” kata dia.
Di sisi pengamanan, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid mengatakan sebanyak 2.678 personel akan diterjunkan dalam Operasi Rinjani pengamanan MotoGP Mandalika 2026.
“Untuk mengamankan area-area dilokasi kegiatan,” kata Mohammad Kholid saat diwawancarai wartawan, Rabu (30/9).
Pengamanan tidak hanya dilakukan di kawasan Sirkuit Mandalika. Polda NTB juga akan melibatkan polres jajaran sebagai kekuatan pendukung, terutama wilayah yang menjadi pintu masuk penonton.
Selain personel yang bertugas di sekitar lokasi kegiatan, Polres di wilayah bandara dan pelabuhan akan ikut membantu mendeteksi serta mengantisipasi kedatangan penonton dari luar daerah.
“Seperti Polres yang ada bandara dan pelabuhan. Mendeteksi para penonton yang akan datang sehingga berjalan lancar dan kondusif,” tegas dia. (*)












