Kabareskrim Sarankan Kasus Amaq Sinta Bunuh Dua Begal di Lombok Disetop

0
Amaq Sinta sambil tersenyum di rumahnya di Praya Timur, Kamis (14/4/2022). (Antara)

Jakarta, katada.id – Bareskrim Mabes Polri menyarankan kasus Murtade alias Amaq Sinta (34), warga Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) disetop.

Amaq Sinta menjadi korban pembegalan di Desa Ganti. Dalam kejadian itu, Amaq Sinta duel dengan begal sehingga dua pelaku berinisaial P dan OW.

Akibat tindakan pembelaan diri itu, Polres Lombok Tengah menetapkan Amaq Sinta sebagai tersangka pembunuhan. Namun, saat ini polisi telah menangguhkan penahanan Amaq Sinta. Penanganan kasus ini kemudian telah diambil oleh Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Cerita Amaq Sinta, Dibacok Empat Begal, Tidak Terluka, Badannya Hanya Sakit: Saya Dilindungi Tuhan

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto menyarankan agar kasus korban begal jadi tersangka di Nusa Tenggara Barat (NTB) diselesaikan dengan cara menjaring aspirasi tokoh masyarakat, tokoh agama dan kejaksaan setempat.

’’Saran dan masukan dari kejaksaan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat akan menjadi pertimbangan kepolisian untuk melanjutkan atau tidak proses hukum perkara tersebut,’’ ucapnya seperti dilansir dari Antara Jumat (15/4/2022).

Menurutnya, dengan keterlibatan masyarakat dalam melihat perkara ini secara utuh berdasarkan proses hukum yang dijalankan oleh kepolisian akan menjadi dasar sah Polda NTB untuk menuntaskan perkara tersebut.

Baca Juga: Amaq Sinta Akhirnya Dibebaskan, Polda NTB: Tersangka Belum Tentu Jadi Terpidana

“Saran saya kepada Kapolda NTB untuk mengundang gelar perkara yang terjadi dengan kejaksaan, tokoh masyarakat dan tokoh agama di sana untuk minta saran dan masukan layak tidaknya perkara ini dilakukan proses hukum,” ujarnya.

Agus mengatakan bahwa legitimasi masyarakat akan menjadi dasar langkah Polda NTB selanjutnya. Di samping itu, Agus menambahkan bahwa kemampuan warga dalam mencegah tindak kejahatan merupakan salah satu keberhasilan dari program pembinaan masyarakat (Binmas) yang dijalankan oleh Polri.

Baca Juga: Kasus Amaq Sinta Bunuh Begal, Akademisi: Pembunuhan Terpaksa Tidak Dapat Dipidana

Ia mengungkapkan salah satu keberhasilan Binmas polri dalam tugasnya adalah membuat masyarakat memiliki kemampuan daya cegah, daya tangkal dan daya lawan terhadap pelaku kejahatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here