Scroll untuk baca artikel
Daerah

Kemenko PM Perkuat Ekonomi Desa Hadapi Risiko Bencana dan Iklim

×

Kemenko PM Perkuat Ekonomi Desa Hadapi Risiko Bencana dan Iklim

Sebarkan artikel ini

Jakarta, katada.id – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk membangun ekonomi desa yang tangguh menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim. Langkah tersebut dibahas dalam Forum Kolaborasi Sinergi Program Berbasis Desa Lintas K/L di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (22/5).

Forum bertema “Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa melalui Sinergi Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Ketangguhan Desa Menghadapi Risiko Bencana dan Perubahan Iklim” itu melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Program SIAP SIAGA, kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., menegaskan penguatan ekonomi masyarakat desa harus menjadi bagian utama dalam membangun ketangguhan desa secara menyeluruh.

Menurut dia, berbagai program pemberdayaan masyarakat desa yang dijalankan lintas kementerian/lembaga perlu diintegrasikan agar saling terhubung dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

“Kemenko PM hadir sebagai orkestrator untuk memastikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat bergerak dalam arah yang sama dan membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dia menambahkan, ketangguhan desa tidak cukup dibangun hanya melalui pendekatan kebencanaan, tetapi juga melalui penguatan fondasi ekonomi masyarakat. Karena itu, pengembangan UMKM desa, BUM Desa, koperasi desa, hingga usaha ultra mikro perlu diperkuat agar lebih adaptif terhadap risiko bencana dan perubahan iklim.

Sementara itu, Plt. Deputi Pencegahan BNPB Drs. Pangarso Suryotomo, M.MB., mengatakan penguatan ketangguhan desa membutuhkan kolaborasi multipihak. Sebab, masyarakat desa menjadi kelompok yang paling dekat dengan ancaman bencana dan dampak perubahan iklim.

“Melalui forum ini diharapkan terbangun langkah bersama lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan untuk memperkuat pengembangan ekonomi masyarakat desa yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” katanya.

Forum tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyinergikan program pemberdayaan masyarakat desa agar lebih efektif mendukung pembangunan desa yang tangguh dan berdaya saing di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *