Mataram, katada.id – Peta persaingan menuju kursi Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030 semakin mengerucut. Senat Unram resmi menetapkan tiga nama calon rektor untuk diusulkan ke Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek). Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah Prof. Muhamad Ali, S.Pt., M.Si., Ph.D.
Dalam pemungutan suara di tingkat Senat, Dekan Fakultas Peternakan ini berhasil mengantongi 16 suara. Hasil ini mengejutkan banyak pihak sekaligus menempatkannya di posisi tiga besar bersama Prof. Dr. Sukardi (34 suara) dan Prof. Dr. Kurniawan (6 suara).
Ditemui usai penetapan, Prof. Ali mengaku raihan tersebut di luar dugaannya. Ia menilai lonjakan suara itu bukan sekadar angka, melainkan simbol harapan besar dari civitas akademika agar Unram dipimpin oleh figur yang memiliki kapasitas global.
“Saya tidak menyangka suara saya melampaui raihan suara rektor pada pencalonan periode sebelumnya. Ini adalah bentuk harapan agar prestasi Unram saat ini tidak hanya dipertahankan, tapi dipacu lebih kencang oleh figur yang tepat,” ujar Prof. Ali kepada wartawan, Senin (22/12).
Kiblat Kelas Dunia
Bukan tanpa alasan Prof. Ali percaya diri menatap tahap final di kementerian. Ia membawa visi besar: membawa Unram menembus peringkat 100 besar dunia, sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto.
Pengalamannya menempuh studi S3 di Nagoya University dan program postdoctoral di luar negeri menjadi modal kuat. Ia bertekad memperkuat kolaborasi riset lintas negara (beyond national interests).
“Unram harus menjadi motor inovasi yang mengawal visi NTB Makmur Mendunia. Kita butuh transformasi digital dan pembangunan kampus satelit di Lombok Utara hingga Sumbawa agar akses pendidikan semakin luas,” tegas pria yang sukses membawa IKU Unram melesat ke peringkat 3 nasional pada 2024 tersebut.
Hak Suara Menteri Jadi Penentu
Sekretaris Senat Unram, Dr. Muhaimin, S.H., M.Hum, menjelaskan bahwa dokumen ketiga calon akan segera dikirim ke pusat pada 21–24 Desember. Penentuan akhir akan dilakukan dalam rapat tertutup Senat bersama Menteri pada rentang waktu 2–9 Januari 2026.
“Sesuai aturan, Menteri memiliki hak suara 35 persen, sementara Senat 65 persen. Semua calon memiliki peluang yang sama. Keputusan akhir ada pada Menteri dengan mempertimbangkan visi-misi serta rekam jejak,” jelas Muhaimin.
Prof. Ali optimistis Mendiktisaintek Brian Yuliarto akan objektif dalam memilih. “Saya yakin Pak Menteri akan melihat data dan rekam jejak. Dengan pola kepemimpinan kolektif kolegial, kita satukan kekuatan untuk membawa Unram bersaing di kancah internasional,” pungkasnya. (*)













