Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pegang Prinsip Pembiayaan Sehat, Bank NTB Syariah Alihkan Portofolio Rp57 Miliar ke BSI

×

Pegang Prinsip Pembiayaan Sehat, Bank NTB Syariah Alihkan Portofolio Rp57 Miliar ke BSI

Sebarkan artikel ini

Mataram, katada.id – PT Bank NTB Syariah mengalihkan (take over) portofolio pembiayaan ASN Penyuluh Pertanian senilai kurang lebih Rp57 miliar kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Langkah ini dilakukan sebagai respons atas perubahan status kepegawaian para penyuluh pertanian yang kini menjadi ASN Pusat di bawah naungan Kementerian Pertanian.

 

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilaksanakan di Kantor Pusat Bank NTB Syariah dan dihadiri langsung oleh Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Muhammad Arif Gunawan.

 

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menegaskan bahwa penguasaan arus kas (cash flow) merupakan pilar utama dalam menjaga kualitas pembiayaan, baik pada skema konsumer maupun produktif.

 

“Konsep dasar pembiayaan yang berlaku secara universal di industri perbankan adalah pihak yang memberikan pembiayaan idealnya adalah pihak yang menguasai cash flow. Mengingat per 1 Januari 2026 gaji atau payroll para penyuluh pertanian beralih ke BSI seiring perubahan status mereka menjadi ASN Pusat, maka manajemen memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan pembiayaan ini kepada bank yang menguasai payroll tersebut,” jelasnya.

 

Menurutnya, melalui pengalihan ini, nasabah tetap mendapatkan kepastian layanan, sementara risiko kredit dapat dimitigasi secara otomatis melalui penguasaan payroll oleh bank penerima.

 

Senada, Direktur Dana & Jasa Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, menekankan bahwa langkah tersebut merupakan implementasi tata kelola yang disiplin sekaligus wujud kolaborasi produktif antar perbankan syariah.

 

“Sebagai Bank Pembangunan Daerah, orientasi utama kami adalah ‘Bank Daerah untuk Daerah’. Oleh karena itu, prinsip utama kami adalah memastikan setiap pembiayaan memiliki sumber pengembalian yang terukur. Mengingat penguasaan cash flow para penyuluh kini berada di BSI, maka pengalihan ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan manajemen risiko dengan kondisi riil di lapangan, sehingga kualitas pembiayaan tetap berada dalam kategori sehat dan kami dapat lebih fokus dalam mengoptimalkan sumber daya untuk mendukung akselerasi pembangunan di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, langkah ini menjadi potret kolaborasi yang sehat di industri keuangan syariah.

 

“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antar perbankan syariah. Kita tidak hanya bicara soal kompetisi, tapi bagaimana bersinergi untuk menjaga kualitas aset tetap prima. Fokus kami tetap sama dengan semangat Pak Direktur Utama: mengedepankan prinsip kehati-hatian demi pertumbuhan bank yang berkelanjutan,” tambahnya.

 

Sebelumnya, Bank NTB Syariah juga melakukan langkah serupa melalui kerja sama dengan BPD Bali, yakni menerima pengalihan outstanding pembiayaan ASN Daerah senilai Rp65 miliar sebagai bagian dari kepatuhan terhadap implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

 

“Hari ini, kita melakukan hal yang sama dengan BSI, namun dalam posisi menyerahkan portofolio. Ini adalah bentuk sinergi yang sehat antarlembaga keuangan syariah. Dengan langkah yang terukur dan prudent seperti ini, Insya Allah kita dapat terus menjaga pertumbuhan bank yang berkelanjutan dan kualitas aset yang tetap prima,” tambah Nazaruddin.

 

Pengalihan portofolio ini diharapkan memperkuat ekosistem keuangan syariah di Nusa Tenggara Barat sekaligus memastikan transisi administratif para ASN berjalan lancar tanpa hambatan layanan perbankan. (*)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *