Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bupati Dompu Dorong Optimalisasi Zakat untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

×

Bupati Dompu Dorong Optimalisasi Zakat untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Bupati Dompu saat pimpin rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah melalui (BAZNAS) Kabupaten Dompu (Sekda kab. dompu)

Dompu, katada.id – Bupati Dompu Bambang Firdaus mendorong optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Dompu.

Dorongan tersebut disampaikan Bambang dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan ZIS melalui BAZNAS Kabupaten Dompu yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Dompu, Rabu (28/10/2026), di ruang rapat Bupati Dompu.

Bambang mengatakan, BAZNAS memiliki posisi strategis dalam menghimpun dan menyalurkan dana umat agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut dia, zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan bagi umat Islam yang memenuhi ketentuan, tetapi juga instrumen solidaritas sosial untuk memperkuat kepedulian terhadap kelompok masyarakat kurang mampu.

“Dari harta yang kita miliki, ada hak orang lain yang perlu kita tunaikan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dia menilai, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan fasilitas fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat juga harus menjadi perhatian pemerintah.

Dalam konteks tersebut, pengelolaan ZIS dinilai dapat menjadi salah satu sumber dukungan bagi program-program sosial, termasuk membantu masyarakat miskin dan mendukung sekolah maupun yayasan pendidikan dalam mencetak generasi penerus.

Bambang pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mengambil bagian dalam meningkatkan penghimpunan ZIS. Dia menginstruksikan setiap OPD untuk menyosialisasikan pentingnya zakat, infak, dan sedekah di lingkungan kerja masing-masing.

Selain sosialisasi, setiap OPD diminta menyusun standar operasional prosedur (SOP) pengumpulan ZIS. Langkah ini dimaksudkan untuk memperjelas mekanisme penghimpunan, memperkuat tata kelola, serta memastikan koordinasi dengan BAZNAS Kabupaten Dompu berjalan tertib.

“Hari ini, mari kita mulai dari diri kita masing-masing untuk mengambil peran. Saya mengajak kita semua agar terus berkontribusi kepada masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan publik, tetapi juga melalui zakat, infak, dan sedekah,” kata Bambang.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Dompu Suherman Ahmad mengatakan, pihaknya berkomitmen memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap OPD sebagai ujung tombak penghimpunan dana ZIS di lingkungan pemerintah daerah.

Namun, peningkatan penghimpunan tersebut harus dibarengi dengan transparansi pengelolaan dan penyaluran dana. Menurut Suherman, keterbukaan dan akuntabilitas menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan muzaki atau pihak yang menunaikan zakat.

“Sebagai bagian dari komitmen bersama, kami akan terus meningkatkan peran UPZ di setiap OPD dan memastikan pengelolaan dana ZIS dilaksanakan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, zakat dapat menjadi instrumen pendukung pengentasan kemiskinan apabila penghimpunan dan penyalurannya dilakukan secara terarah berdasarkan kebutuhan masyarakat yang berhak menerima.

Karena itu, BAZNAS Dompu mengharapkan kolaborasi berkelanjutan dengan seluruh OPD, termasuk melalui sosialisasi intensif untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi aparatur pemerintah daerah.

Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Dompu dan BAZNAS berupaya memperkuat sinergi penghimpunan serta pengelolaan dana umat agar lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Optimalisasi ZIS diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan sosial sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Dompu. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *