Scroll untuk baca artikel
DaerahNasional

Brilian! Gubernur Iqbal Pamerkan Ekonomi Kreatif NTB ke Panggung Dunia, Bidik Investasi dan Lapangan Kerja

×

Brilian! Gubernur Iqbal Pamerkan Ekonomi Kreatif NTB ke Panggung Dunia, Bidik Investasi dan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
Gubernur Iqbal Saat Menjadi Narasumber dorum 5th, World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta

Jakarta, katada.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal membawa potensi ekonomi kreatif daerah ke panggung internasional.

Melalui forum 5th, World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 orang nomor satu di NTB ingin memperluas jaringan, membuka peluang kolaborasi dan investasi. Bagaimana tidak? forum itu mempertemukan pemimpin dan pelaku ekonomi kreatif dari lebih dari 80 negara.

Bagi Miq Iqbal, ekonomi kreatif bukan sekadar urusan industri atau menghasilkan produk bernilai jual. Lebih dari itu, sektor ini menyimpan peluang untuk menciptakan lapangan kerja, mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kehadiran dirinya dalam forum internasional itu. Ia ingin potensi dan kreativitas masyarakat NTB tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing dan memperoleh tempat di pasar dunia.

“Bagi NTB, ekonomi kreatif bukan sekadar industri, tetapi juga peluang untuk membuka lapangan kerja, mendorong UMKM naik kelas, dan mempercepat pengentasan kemiskinan,” ujarnya, Jum’at (22/10).

Dalam forum tersebut, Miq Iqbal berbagi pandangan bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengenai potensi daerah serta peran ekonomi kreatif dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Dari Potensi Menjadi Kekuatan Ekonomi

NTB memiliki kekayaan alam, keragaman budaya, dan kreativitas masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Namun, potensi tersebut membutuhkan lebih dari sekadar pengakuan. Diperlukan akses pasar, dukungan investasi, peningkatan kualitas produk, serta ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

Iqbal menilai, salah satu kunci untuk mendorong ekonomi kreatif adalah membangun kepercayaan diri masyarakat dan memperluas akses agar kreativitas mereka dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi.

“Kita punya banyak potensi, tinggal bagaimana membangun kepercayaan diri, memperluas akses, dan menciptakan ruang agar kreativitas masyarakat bisa berkembang,” katanya.

Di tengah persaingan ekonomi yang semakin terbuka, peluang itu kata dia membutuhkan ekosistem yang mendukung. Produk lokal perlu memiliki kualitas, desain, kemasan, dan identitas yang kuat agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Akses pembiayaan, pendampingan usaha, pemanfaatan teknologi, serta promosi juga menjadi bagian penting agar pelaku usaha lokal tidak berhenti pada skala produksi kecil.

Membuka Jalan Kolaborasi dan Investasi

Kehadiran Gubernur Iqbal di WCCE 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan peluang ekonomi NTB kepada jaringan internasional. Forum yang mempertemukan delegasi dari lebih dari 80 negara tersebut membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan penjajakan kolaborasi lintas daerah maupun lintas negara.

Iqbal berharap partisipasi NTB dalam forum tersebut dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama dan investasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sebuah kesempatan luar biasa bagi saya untuk memperkenalkan potensi dan peluang NTB di panggung dunia. Semoga semakin banyak kolaborasi dan investasi yang hadir, sehingga kekayaan alam, kreativitas, dan semangat masyarakat NTB bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang membawa manfaat nyata bagi semua,” ungkapnya.

Eks Dubes Indonesia untuk Turki ini juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, moderator Mulya Amri, serta seluruh delegasi yang terlibat dalam forum tersebut.

Bagi NTB, tantangan setelah forum internasional itu adalah menerjemahkan perkenalan dan peluang kolaborasi menjadi langkah konkret. Investasi yang masuk, akses pasar yang terbuka, dan kemitraan yang terbangun perlu diarahkan agar pelaku usaha lokal ikut menikmati pertumbuhan ekonomi.

Sebab, keberhasilan ekonomi kreatif tidak semata-mata diukur dari seberapa luas potensi daerah diperkenalkan ke dunia, melainkan juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat.

Dari panggung internasional, ia membawa satu harapan: kekayaan dan kreativitas NTB tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan yang membuka kesempatan bagi lebih banyak warga untuk tumbuh dan maju.

“NTB Makmur Mendunia,” tandasnya. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *