Scroll untuk baca artikel
Daerah

Jelang Ramadan, Warga Donggo Kala “Dicekik” Kelangkaan LPG 3 Kilogram

×

Jelang Ramadan, Warga Donggo Kala “Dicekik” Kelangkaan LPG 3 Kilogram

Sebarkan artikel ini
Gas LPG 3 KG (Google)

Bima, katada.id – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Desa Kala, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, mengeluhkan kelangkaan LPG 3 kilogram yang semakin terasa dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, gas bersubsidi tersebut merupakan kebutuhan utama bagi rumah tangga maupun pelaku usaha mikro kecil (UMKM), terlebih menjelang Ramadan di mana kebutuhan dapur meningkat.

Imbas kelangkaan itu, warga terpaksa mengantre sejak pagi di pangkalan resmi demi mendapatkan jatah LPG 3 kg. Ironisnya, tidak sedikit yang harus pulang dengan tangan kosong karena stok cepat habis.

Sebagian warga bahkan kembali menggunakan kayu bakar sebagai alternatif memasak. Namun cara tersebut dinilai kurang praktis dan membutuhkan waktu lebih lama.

“Stok habis hanya dalam hitungan jam. Setiap pekan kita harus rebutan untuk dapatkan LPG ini,” kata Yuliati, salah seorang warga, saat dikonfirmasi katada.id, Selasa (17/2).

Warga lainnya, Anas Aldilah, mengaku mengalami hal serupa. Ia meminta distributor dan pemerintah segera menambah kuota LPG 3 kilogram untuk Desa Kala.

“Distributor dan pemerintah harus menambah kuota LPG 3 kg bagi warga Desa Kala. Apalagi ini mau puasa,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun katada.id, pangkalan LPG di Desa Kala hanya mendapat pasokan sekitar 50 tabung per pekan. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 300 kepala keluarga (KK) yang ada di desa tersebut.

Pemilik pangkalan LPG Desa Kala, Khairuddin, tidak menampik adanya kelangkaan. Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan pasokan dari distributor.

“Banyak warga yang pulang dengan tangan kosong. Jumlah pasokan di kami terbatas, hanya 50 tabung per minggu,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, setidaknya diperlukan tambahan pasokan menjadi 100 hingga 130 tabung per pekan.

“Masalah ini akan terus terjadi bila kuota atau pangkalan gas di Desa Kala tidak ditambah,” tegasnya.

Diketahui, distributor LPG 3 kilogram untuk wilayah Desa Kala adalah PT Putra Bima Raksasa Cahaya Utama. Sementara itu, kuota LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Bima disebut mencapai sekitar 2.773.000 tabung per tahun, dengan ketentuan satu NIK berhak memperoleh maksimal empat tabung.

Meski demikian, warga mempertanyakan pemerataan distribusi hingga tingkat desa. Mereka berharap pemerintah daerah bersama pihak distributor segera melakukan evaluasi agar kelangkaan tidak terus berulang, terutama menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung detik ini. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *