Lombok Utara, Katada.id – Keterbatasan anggaran bukanlah penghalang bagi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarsip) Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk membumikan budaya literasi. Mengusung semangat inovasi, instansi ini terus bergerak aktif meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan minat baca melalui strategi jemput bola yang menyentuh hingga ke pelosok desa dan sekolah.
Kepala Dispusarsip KLU, Rusdianto, mengungkapkan bahwa pihaknya kini lebih mengedepankan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama dalam memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat.
Ia menyadari bahwa untuk menumbuhkan budaya membaca, literasi harus hadir di ruang-ruang yang dekat dengan keseharian masyarakat. Oleh karena itu, Dispusarsip KLU mendorong pemerintah desa untuk menyediakan ruang baca yang representatif, sementara di lingkungan pendidikan, perpustakaan sekolah dioptimalkan sebagai pusat pembelajaran.
“Untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat dan kegemaran membaca, kami tetap menjalankan berbagai upaya. Karena keterbatasan anggaran, kami memperkuat kerja sama dengan sekolah-sekolah dan juga desa,” ujar Rusdianto, Selasa (10/2/2026).
Langkah ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi generasi muda agar mencintai buku sejak dini, menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian integral dari proses pendidikan mereka.
Ia beberkan,salah satu terobosan paling nyata yang tengah berjalan adalah sistem jemput bola ke sekolah-sekolah. Petugas Dispusarsip KLU turun langsung ke lapangan untuk melakukan perekaman data siswa guna pembuatan kartu pengunjung perpustakaan daerah secara kolektif.
Dengan sistem ini, siswa tidak perlu lagi menempuh proses administrasi yang rumit untuk bisa menjadi anggota perpustakaan. Kartu pengunjung yang diberikan menjadi “paspor” bagi mereka untuk mengakses ribuan koleksi buku, baik untuk dibaca di tempat maupun dipinjam untuk dibawa pulang.
“Sekarang ini ada pelayanan jemput bola. Petugas kami turun langsung ke sekolah-sekolah, melakukan perekaman sehingga anak-anak memiliki kartu pengunjung. Kalau mereka sudah punya kartu, tentu akan memudahkan dan mempercepat ketika datang ke perpustakaan,” jelas Rusdianto.
Lanjutnya, strategi jemput bola ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam melayani masyarakat. Ia berharap, dengan kemudahan akses dan peningkatan fasilitas, kunjungan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum ke Perpustakaan Daerah akan meningkat signifikan.
”Saya optimistis, melalui langkah-langkah konsisten seperti ini, meski dengan anggaran terbatas, saya yakin budaya literasi di Lombok Utara akan terus tumbuh,”pungkasnya. (ham)













