Scroll untuk baca artikel
Daerah

Tinggalkan Arsip Fisik, Dispusarsip KLU Mulai Terapkan Aplikasi SRIKANDI

×

Tinggalkan Arsip Fisik, Dispusarsip KLU Mulai Terapkan Aplikasi SRIKANDI

Sebarkan artikel ini
Kepala Dispusarsip KLU, Rusdianto,(dok)

Lombok Utara, Katada.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini menapaki babak baru dalam tata kelola administrasi pemerintahan. Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarsip), KLU tengah tancap gas menerapkan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) sebagai standar baru dalam pengelolaan surat-menyurat dan arsip.

Langkah ini diperkuat dengan landasan hukum yang kokoh, yakni terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur secara spesifik mengenai sistem kearsipan dinamis dan terintegrasi di lingkungan pemerintah daerah.

Kepala Dispusarsip KLU, Rusdianto, mengatakan bahwa paradigma kearsipan kini telah bergeser. Fokus utama pemerintah daerah bukan lagi pada penyimpanan arsip fisik yang memakan ruang, melainkan pada standarisasi operasional prosedur (SOP) yang terintegrasi secara digital.

“Sekarang sudah ada Perbup terkait kearsipan dinamis dan terintegrasi. Bukan lagi sekadar penyimpanan fisik yang kami kedepankan, melainkan penekanan pada SOP yang terintegrasi. Regulasi ini sudah diperkuat dengan kebijakan turunan yang terbit akhir tahun lalu,” ujar Rusdianto, Jumat (6/2/2026).

Rusdianto menjelaskan, dengan aplikasi SRIKANDI ini, proses administrasi surat-menyurat kini jauh lebih efisien. Fitur utama yang diunggulkan adalah tanda tangan elektronik. Selama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah terhubung dalam satu sistem, alur surat masuk hingga disposisi dapat dilakukan secara paperless dan otomatis.

“Di dalam SRIKANDI, alur kearsipan dinamis sudah berjalan otomatis. Surat masuk bisa ditandatangani secara elektronik, asalkan OPD sudah menggunakan aplikasi yang terhubung dengan sistem tersebut,” jelasnya.

Diakuinya saat ini masih terdapat tantangan terkait keterbatasan sumber daya dan sarana pendukung, Dispusarsip KLU tidak lantas berdiam diri. Rusdianto menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan upaya akselerasi melalui strategi “jemput bola” guna memastikan aplikasi SRIKANDI dapat diadopsi oleh seluruh OPD.

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah KLU menerapkan dua metode pendampingan intensif bagi operator di setiap OPD:

“Ada operator di OPD yang datang ke dinas, ada juga petugas kami yang turun langsung ke OPD. Kami lakukan pelatihan praktik langsung agar integrasi sistem ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya,” pungkas Rusdianto. (ham)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *