Scroll untuk baca artikel
Daerah

Budayakan Baca di Lingkup Birokrasi, Dinas Perpusarsip KLU Gaungkan Gerakan Baca Dua Halaman Sehari

×

Budayakan Baca di Lingkup Birokrasi, Dinas Perpusarsip KLU Gaungkan Gerakan Baca Dua Halaman Sehari

Sebarkan artikel ini
Salah satu pejabat tengah melihat buku yang ingin di baca di Perpustakaan dan Kearsipan KLU. (dok)

Lombok Utara, Katada.id – Langkah inovatif yang diambil Polres Lombok Utara dalam membangun budaya literasi di lingkungan anggotanya menuai apresiasi luas. Kebijakan mewajibkan setiap personel membaca minimal dua halaman buku setiap hari dinilai sebagai langkah strategis yang patut diteladani oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarsip) KLU, Rusdianto, secara terbuka memberikan pujian atas terobosan tersebut. Menurutnya, meski terlihat sederhana, kebijakan ini adalah vaksin yang tepat untuk melawan penurunan minat baca di era digital.

Di tengah padatnya agenda pelayanan publik, Rusdianto menilai bahwa metode “membaca dua halaman per hari” adalah kunci keberhasilan dalam membangun kebiasaan. Kebijakan ini tidak membebani waktu, namun mampu membentuk karakter aparatur yang lebih berwawasan luas.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Polres Lombok Utara. Setiap anggota diwajibkan membaca dua halaman per hari. Ini kebijakan yang sangat baik dan bisa kita tularkan ke OPD lain,” ungkap Rusdianto, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, aparatur pemerintah yang gemar membaca akan memiliki modal pengetahuan yang lebih baik, sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang lebih profesional, kritis, dan solutif bagi masyarakat.

Rusdianto tidak menampik bahwa tantangan literasi saat ini memang sangat berat. Kehadiran gawai dan arus informasi digital yang instan kerap membuat buku fisik tersisihkan. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berupaya.

“Kita tidak bisa menutup mata, minat membaca buku fisik memang mulai berkurang seiring pesatnya perkembangan teknologi. Banyak orang lebih memilih menghabiskan waktu dengan smartphone. Tapi, inilah tantangan sekaligus peluang untuk memulai dari langkah kecil yang konsisten,” tegasnya.

Kata dia, jika kebijakan serupa diterapkan di setiap kantor pemerintahan, literasi tidak lagi sekadar menjadi slogan formalitas, melainkan menjadi identitas baru bagi aparatur birokrasi di Lombok Utara.

Harapannya, ASN dan aparatur pemerintah dapat menjadi motor penggerak (role model) literasi ditengah masyarakat luas. Langkah konkret yang direncanakan Dispusarsip meliputi:

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Mengintegrasikan program literasi ke berbagai kegiatan OPD.
  • Penguatan Akses: Terus mendorong ketersediaan bahan bacaan yang relevan dan mudah dijangkau.
  • Kampanye Literasi: Menggalakkan kebiasaan membaca sebagai bagian dari aktivitas harian yang membanggakan.

“Kami ingin menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan berdaya saing. Dimulai dari birokrasi yang gemar membaca, maka kita sedang menyiapkan fondasi bagi kemajuan Lombok Utara di masa depan,” pungkas Rusdianto. (ham)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *