Bima, katada.id – Aksi kekerasan terjadi di lingkungan sekolah. Seorang pelajar di SMAN 1 Woha, Kabupaten Bima, nekat memanah temannya sendiri hingga anak panah tertancap di punggung korban, Senin (13/4) sekitar pukul 09.00 Wita.
Kapolsek Woha, AKP Muhtar, mengungkapkan peristiwa tersebut merupakan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di halaman sekolah. “Telah terjadi tindak pidana penganiayaan menggunakan panah di SMAN 1 Woha, Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima,” ujarnya.
Terduga pelaku berinisial M (16), seorang pelajar asal Desa Nisa, Kecamatan Woha. Sementara korban berinisial M.A (16), pelajar yang juga bersekolah di tempat yang sama, berasal dari Desa Ngali, Kecamatan Belo.
Peristiwa itu dipicu persoalan sebelumnya antara keduanya. Sekitar pukul 08.00 Wita, korban diduga lebih dulu memukul pelaku di pintu keluar Terminal Tente hingga menyebabkan luka di bagian kepala sebelah kiri dan mengeluarkan darah.
Selang satu jam kemudian, korban datang ke sekolah dengan maksud melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah atau guru BP. Namun, pelaku yang melihat korban sedang berada di sekitar ruang guru langsung menghampiri.
Korban sempat melarikan diri, tetapi pelaku mengejar dan menusukkan anak panah dari arah belakang hingga mengenai punggung korban. Aksi tersebut langsung dilerai oleh siswa, guru, dan petugas keamanan sekolah.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian punggung dengan anak panah masih tertancap di tubuhnya. Korban sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Woha sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bima sekitar pukul 11.50 Wita menggunakan ambulans.
Petugas Polsek Woha yang tiba di lokasi langsung membawa korban ke fasilitas kesehatan serta mengamankan pelaku. Polisi juga menyita tiga buah anak panah sebagai barang bukti.
“Personel telah mendatangi TKP, mengantar korban untuk mendapatkan perawatan medis, melakukan interogasi terhadap korban dan saksi, serta memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak keluarga,” jelasnya. (*)













