Lombok Utara, Katada.id – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Utara (Bapenda KLU) terus melakukan akselerasi digitalisasi melalui optimalisasi aplikasi Sistem Informasi Penerimaan Daerah (Sipenda).
Langkah ini difokuskan untuk mendorong para wajib pajak (WP) sektor hotel dan restoran, terutama di kawasan strategis Gili Trawangan, agar beralih ke sistem pembayaran non-tunai.
Kepala Bapenda Lombok Utara Tri Darma Sudiana mengungkapkan, meski aplikasi ini telah dibangun sejak tahun 2024, tingkat pemanfaatannya masih tergolong rendah.
Dari total 1.400 wajib pajak yang terdaftar, baru sekitar 300 pelaku usaha atau 20 persen yang aktif menggunakan Sipenda.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk mendalami kendala yang dihadapi, apakah karena ketidaktahuan atau hambatan teknis. Sosialisasi dan pendampingan pembuatan akun kini menjadi prioritas kami,” ujar Tri Dharma, Senin (5/1).
Sipenda dirancang untuk memberikan kemudahan dan keamanan bagi pelaku usaha. Melalui fitur Virtual Account, setoran pajak akan langsung terakumulasi ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Sistem ini bekerja sama dengan Bank NTB Syariah dan BNI untuk memastikan proses transaksi berjalan tanpa hambatan.
Penggunaan aplikasi ini juga menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menutup celah kebocoran pajak.
“Dengan sistem ini, tidak ada lagi risiko salah transfer atau pembayaran tidak tepat sasaran. Semuanya tercatat secara otomatis dan masuk langsung ke kas daerah,” tegasnya.
Meskipun penggunaan aplikasi belum maksimal secara kuantitas pengguna, kontribusi transaksi melalui Sipenda telah mencapai Rp109 miliar atau 62 persen dari target transaksi digital.
Secara keseluruhan, performa sektor pajak hotel dan restoran di Lombok Utara menunjukkan tren yang sangat positif.
Pada tahun 2025, realisasi pendapatan dari sektor ini berhasil menembus Rp225 miliar, atau 115 persen dari target awal sebesar Rp200,4 miliar.
Dengan penguatan sistem Sipenda di tahun 2026, Bapenda KLU optimistis target pendapatan daerah akan kembali terlampaui dengan sistem yang lebih transparan dan akuntabel. (ham)












