Dompu, katada.id- Pemerintah Kabupaten Dompu mempertimbangkan tawaran subsidi pendidikan dari Universitas Bima Internasional Medical Farma Husada (UNBIM MFH) Mataram yang ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN). Tawaran tersebut mengemuka dalam audiensi antara Bupati Dompu Bambang Firdaus dan civitas akademika kampus tersebut, Selasa (21/4).
Bambang mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi fokus pemerintah daerah di tengah upaya mendorong pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Menurutnya, investasi di bidang pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas daerah.
Meski mengapresiasi inisiatif subsidi pendidikan, pemerintah daerah belum langsung mengambil keputusan. Pemkab Dompu akan terlebih dahulu mengkaji urgensi serta prospek program studi yang ditawarkan, dengan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan dan potensi wilayah.
“Program studi yang diajukan harus relevan dengan kebutuhan daerah dan memiliki prospek jangka panjang,” ujarnya.
Pendiri UNBIM MFH, Syamsuriansyah, menjelaskan pihaknya menawarkan skema subsidi pendidikan khusus bagi ASN, baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kampus tersebut merupakan pengembangan dari Politeknik Medica Farma Husada di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Ia menyebut sejumlah program studi yang ditawarkan antara lain D-III Perjalanan Wisata dan S-1 Terapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, yang dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Program ini kami siapkan untuk mencetak lulusan yang kompeten dan mampu bersaing, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi,” kata Syamsuriansyah.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Dompu, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. (*)













