Mataram, katada.id- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Fred Hollows Foundation (FHF) untuk memperluas layanan kesehatan mata masyarakat. Melalui kolaborasi ini, sebanyak 5.000 pasien ditargetkan mendapat operasi katarak.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan sektor kesehatan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah, selain pendidikan dan infrastruktur. Karena itu, pemerintah daerah menyambut baik kerja sama dengan lembaga internasional tersebut.
“Australia adalah mitra penting NTB sebagai tetangga dekat dalam banyak hal. Kami berharap roadmap dan data penanganan kesehatan mata masyarakat dapat semakin terintegrasi dari rumah sakit mata provinsi hingga ke desa-desa bersama FHF,” ujar Miq Iqbal sapaan akrabnya, di Mataram, Selasa (21/4).
Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 12.000 penderita gangguan penglihatan di NTB, termasuk katarak. Penanganannya dinilai perlu melibatkan berbagai pihak, seperti Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), jaringan 7.000 posyandu, serta sekitar 400 ribu kader kesehatan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
Sementara itu, Manajer FHF Alicia Godicky menyebutkan program di NTB tidak hanya berfokus pada operasi mata, tetapi juga penguatan kapasitas tenaga kesehatan berbasis puskesmas.
“Kami akan memulai dari Puskesmas Bagu di Kota Mataram dan berlanjut ke sepuluh titik lainnya di seluruh NTB,” ujarnya.
Dalam kunjungan selama tiga hari, FHF bersama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan NTB akan melakukan edukasi bagi tenaga kesehatan puskesmas sekaligus menggelar bakti sosial operasi mata.
Menurut Alicia, program ini juga menyasar semua kelompok usia. Ia menyoroti peningkatan kasus gangguan penglihatan pada anak usia sekolah yang berdampak pada kemampuan belajar, sehingga diperlukan deteksi dini dan intervensi seperti pemberian kacamata.
Ia menambahkan, katarak masih menjadi kasus gangguan penglihatan terbanyak di NTB. Namun, kondisi tersebut dapat ditangani lebih awal melalui pemeriksaan rutin dan penanganan oleh tenaga kesehatan puskesmas yang telah dilatih.
FHF telah menjalankan program kesehatan mata di NTB sejak 2012. Kunjungan kali ini sekaligus menandai peluncuran program baru yang diharapkan memperluas jangkauan layanan kesehatan mata di daerah tersebut. (*)













