Scroll untuk baca artikel
Nasional

PP STN Dukung Keterlibatan TNI dalam Produksi Pangan, Soroti Swasembada Garam

×

PP STN Dukung Keterlibatan TNI dalam Produksi Pangan, Soroti Swasembada Garam

Sebarkan artikel ini
Ketua PP STN, Ahmad Rifai. (foto istimewa)

Jakarta, katada.id – Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN) menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menugaskan prajurit TNI Angkatan Darat menanam padi dan jagung serta TNI Angkatan Laut memproduksi kedelai guna mengurangi ketergantungan impor pangan nasional.

Ketua Umum PP STN Ahmad Rifai menilai langkah tersebut merupakan strategi penting menuju swasembada pangan nasional. Menurutnya, keterlibatan TNI mencerminkan semangat gotong royong nasional dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Kami dari PP STN memberikan dukungan penuh terhadap tugas baru yang diberikan Menhan kepada prajurit TNI. Keterlibatan TNI dalam produksi pangan mencerminkan semangat gotong royong nasional untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Meski demikian, Rifai menegaskan keberhasilan program swasembada pangan tidak cukup hanya mengandalkan prajurit TNI. Petani dan nelayan disebut tetap menjadi pelaku utama yang harus dilibatkan secara aktif dalam seluruh program pangan nasional.

Ia juga menyarankan agar TNI AL lebih difokuskan untuk berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta nelayan dalam meningkatkan produksi garam nasional.

Menurutnya, produksi garam Indonesia saat ini masih tertinggal baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Saat ini produksi garam nasional baru mencapai sekitar 2 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional mencapai 5 juta ton per tahun.

“Dengan kolaborasi yang kuat bersama TNI AL, kami optimistis pada 2027 Indonesia dapat menghentikan impor garam dan mencapai swasembada garam,” katanya.

Rifai menambahkan, Kementerian Pertanian dan KKP perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan petugas lapangan dalam mengawal program pertanian dan kelautan.

Selain itu, pembenahan kelompok tani dan rukun nelayan dinilai penting agar program bantuan modal, bibit, dan teknologi tepat sasaran dan tidak sia-sia.

PP STN juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam membangun Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai sarana konsolidasi petani dan nelayan.

“Yang paling mendasar adalah menghidupkan kembali kelompok tani dan rukun nelayan. Di sinilah peran strategis organisasi massa tani-nelayan seperti STN untuk meningkatkan keterampilan, membuka cara pikir, dan memastikan petani serta nelayan semakin produktif,” jelasnya.

Di sisi lain, PP STN turut mengapresiasi peningkatan produksi beras nasional yang disebut mencapai 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan jumlah pekerja sektor pertanian dan perikanan mencapai 28,78 persen dari total penduduk Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Rifai meyakini program tersebut dapat menjadi fondasi revolusi pangan nasional.

“STN siap berkolaborasi dengan TNI, Kementan, KKP, serta pemerintah daerah untuk memastikan kedaulatan pangan benar-benar terwujud dan manfaatnya dirasakan langsung oleh petani dan nelayan,” pungkasnya. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *