Lombok Timur, Katada.id – Festival Alunan Budaya Pringgasela kembali menegaskan perannya sebagai salah satu agenda budaya unggulan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Memasuki satu dekade penyelenggaraan, festival ini dinilai berhasil memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata.
Wakil Bupati Lombok Timur, Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk terus memperkuat penyelenggaraan Festival Alunan Budaya Pringgasela. Menurutnya, festival tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi pelestarian budaya maupun peningkatan ekonomi lokal.
Selama sepuluh tahun penyelenggaraannya, Festival Alunan Budaya Pringgasela mencatat berbagai capaian membanggakan. Festival ini berhasil menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp17,1 miliar, menjangkau lebih dari 10 juta penonton, serta masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama tiga tahun berturut-turut.
Tak hanya itu, Festival Alunan Budaya Pringgasela juga berhasil menembus 10 besar event budaya terbaik tingkat nasional, mempertegas posisi Pringgasela sebagai salah satu pusat kebudayaan yang terus berkembang di Indonesia.
Rangkaian perayaan satu dekade festival yang berlangsung pada 19–25 Juli 2026 ditutup dengan Karnaval Tenun Night Show “Srimananti”. Pertunjukan tersebut tidak hanya menyajikan kemegahan seni dan budaya, tetapi juga menjadi simbol kekuatan tradisi tenun Pringgasela yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Festival ini membawa pesan bahwa setiap helai benang yang ditenun masyarakat Pringgasela bukan sekadar menghasilkan karya, melainkan merajut sejarah, menggerakkan perekonomian, memperkuat jati diri daerah, serta mewariskan kebanggaan budaya kepada generasi mendatang.
Melalui semangat tersebut, budaya tidak hanya dipertahankan sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Nusa Tenggara Barat. (*)












