Scroll untuk baca artikel
Advertorial

UNRAM Bekali Guru Bahasa Inggris Lombok Barat dengan Kecerdasan Buatan

×

UNRAM Bekali Guru Bahasa Inggris Lombok Barat dengan Kecerdasan Buatan

Sebarkan artikel ini
Foto Dok FKIP Unram.

Lombok Barat, katada.id – Kecerdasan buatan (AI) mulai masuk ke ruang kelas. Bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat bantu dalam menyiapkan bahan ajar, media pembelajaran, hingga asesmen.

Perubahan tersebut turut didorong Universitas Mataram (UNRAM) melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Kecerdasan Buatan sebagai Media Pengembangan Literasi Digital Guru Bahasa Inggris di SMP di Kabupaten Lombok Barat”.

Program tersebut menyasar 20 guru Bahasa Inggris yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kabupaten Lombok Barat.

Para guru dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi berbasis AI dalam mendukung proses pembelajaran. Pelatihan diarahkan agar guru tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu merancang bahan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Sejumlah aplikasi diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya ChatGPT, QuillBot, Perplexity, dan Canva AI. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu guru mengembangkan bahan ajar, membuat media pembelajaran, hingga menyusun asesmen.

Kegiatan dilaksanakan melalui workshop interaktif, praktik langsung, pengembangan modul, serta pendampingan. Salah satu kegiatan workshop berlangsung pada 10 Juli 2025 di SMPN 4 Gunung Sari.

Dalam pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai konsep kecerdasan buatan. Guru juga diajak menyusun desain prompt, membuat media ajar, hingga melakukan simulasi asesmen formatif menggunakan teknologi AI.

Pendekatan praktik langsung tersebut membuat guru dapat mencoba teknologi berdasarkan kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris yang mereka hadapi di sekolah.

Guru Mulai Percaya Diri Gunakan AI

Evaluasi program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dasar mengenai AI, sikap positif, serta kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.

Peserta juga menghasilkan sejumlah prototipe bahan ajar dan RPP ringkas berbasis AI. Selain itu, terbentuk jejaring komunikasi antarguru yang dapat menjadi ruang berbagi pengalaman dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Meski demikian, penerapan teknologi AI di sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya perbedaan infrastruktur antarsekolah. Kebutuhan waktu praktik yang lebih panjang juga menjadi catatan untuk pelaksanaan pendampingan berikutnya.

Temuan tersebut menjadi dasar penting bagi pengembangan program lanjutan, terutama melalui penguatan komunitas belajar dan pendampingan guru secara berkelanjutan.

Program ini juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Penguatan kapasitas guru dan kompetensi digital diharapkan dapat mendukung lahir. (*)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *