Bima, katada.id – Maraknya aksi tawuran antar pelajar menjadi perhatian SMAN 1 Soromandi. Pihak sekolah mengingatkan siswa agar tidak terlibat aksi kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik sekolah.
Kepala SMAN 1 Soromandi M Rifial Akbar meminta seluruh siswa, khususnya laki-laki, tidak mudah terseret konflik antarpelajar. Sebaliknya, siswa didorong menyalurkan energi melalui kegiatan positif dan mengejar prestasi.
“Pembinaan dilakukan karena belakangan ini sering terjadi aksi tawuran antar pelajar. Sekolah perlu mengambil langkah pencegahan agar siswa tidak mudah terseret konflik antarpelajar,” kata dia saat kegiatan pembinaan siswa di halaman SMAN 1 Soromandi, kemarin.
Menurut Rifial, tawuran hanya akan merugikan diri sendiri. Keberhasilan seorang pelajar tidak diukur dari keberanian terlibat perkelahian, melainkan dari prestasi dan kontribusi positif bagi sekolah.
“Tawuran bukan menunjukkan kamu hebat. Yang hebat itu yang bisa berprestasi dan membawa nama baik sekolah,” tegas dia.
Dia juga meminta siswa tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Jika terjadi masalah, siswa diminta segera menyampaikan kepada guru sehingga dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan melibatkan guru maupun orang tua.
“Jika terjadi masalah, siswa diminta segera menyampaikan kepada guru agar dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan melibatkan guru maupun orang tua,” jelas dia.
Selain konflik secara langsung, Rifial mengingatkan siswa agar tidak mudah terpancing provokasi yang beredar melalui media sosial.
“Jangan mudah terprovokasi, baik di dunia nyata maupun di media sosial,” pesan Rifial Akbar.
Kepala SMAN 1 Soromandi yang biasa disapa Sambolo Kala itu menekankan, lingkungan sekolah harus menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan mengejar prestasi, bukan menjadi ruang munculnya konflik.
Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah akan memperketat pengawasan terutama pada jam pulang sekolah. Sekolah juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk mencegah terjadinya tawuran.
“Kami juga koordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya tawuran,” ujarnya.
Selain pengawasan, seluruh siswa akan diwajibkan mengikuti berbagai kegiatan positif yang disiapkan sekolah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengarahkan energi siswa pada aktivitas yang produktif.
“Ini sekaligus mencegah mereka terlibat dalam aksi tawuran yang berpotensi merugikan diri sendiri, keluarga, dan nama baik sekolah,” tandasnya.










