Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Dosen Universitas Mataram Dampingi Guru Sosiologi Dalam Integrasikan Isu Sosial Lokal sebagai Sumber Belajar

×

Dosen Universitas Mataram Dampingi Guru Sosiologi Dalam Integrasikan Isu Sosial Lokal sebagai Sumber Belajar

Sebarkan artikel ini
Foto Dok Unram.

Mataram, katada.id – Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pendampingan Guru Sosiologi dalam Mengintegrasikan Isu Sosial Lokal sebagai Sumber Belajar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dosen Universitas Mataram untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadirkan pembelajaran Sosiologi yang lebih kontekstual, bermakna, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

Dalam kegiatan pendampingan, guru diperkenalkan pada konsep isu sosial lokal sebagai salah satu sumber belajar Sosiologi. Dari perspektif Sosiologi, isu sosial dapat muncul karena adanya kesenjangan antara harapan sosial dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat. Isu sosial lokal memiliki karakteristik karena terjadi dalam kehidupan masyarakat, menimbulkan dampak sosial, menjadi perhatian publik, serta membutuhkan solusi bersama. Karakteristik tersebut menjadikan isu sosial lokal memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran Sosiologi tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep secara teoritis, tetapi juga mendorong peserta didik untuk mengamati, mengidentifikasi, menganalisis, dan mencari solusi terhadap berbagai fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

Pembelajaran Lebih Kontekstual dan Bermakna

Integrasi isu sosial lokal dinilai dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan realitas kehidupan siswa. Materi yang dipelajari tidak berhenti pada konsep di dalam buku teks, tetapi dapat dikaitkan dengan fenomena yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam materi pendampingan, penggunaan isu sosial lokal diarahkan untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna, sekaligus mengembangkan literasi serta keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi.

Guru juga diberikan contoh pemetaan antara materi Sosiologi dengan isu sosial yang terdapat di lingkungan masyarakat. Beberapa contoh yang digunakan antara lain fanatisme kelompok untuk materi kelompok sosial, anak rentan bekerja di Lombok Tengah untuk materi masalah sosial, konflik sumber daya air untuk materi konflik sosial, serta transformasi desa wisata di NTB untuk materi perubahan sosial.

Guru Dilatih Memetakan Isu dengan Capaian Pembelajaran

Salah satu bagian penting dalam pendampingan adalah bagaimana guru memastikan bahwa isu sosial yang dipilih tetap memiliki keterkaitan dengan Capaian Pembelajaran (CP) dalam kurikulum.

Tahapan yang diperkenalkan meliputi menelaah elemen dan capaian pembelajaran yang relevan, menghubungkan isu lokal dengan elemen CP, merumuskan tujuan pembelajaran yang operasional, dan melakukan validasi kesesuaian sebelum isu tersebut diterapkan dalam pembelajaran. Dengan demikian, isu sosial lokal tidak sekadar menjadi bahan diskusi, tetapi dirancang secara sistematis agar mendukung pencapaian tujuan pembelajaran Sosiologi.

Mendorong Pembelajaran Berbasis Masalah dan Proyek

Dalam implementasinya, guru dapat menggunakan berbagai model pembelajaran untuk mengintegrasikan isu sosial lokal, antara lain Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Inquiry Learning, Discovery Learning, dan Case Study.Salah satu contoh praktik pembelajaran yang diperkenalkan adalah penggunaan isu anak rentan bekerja di Lombok Tengah pada materi Masalah Sosial dan Ragamnya.

Peserta didik diarahkan melalui beberapa tahapan pembelajaran, mulai dari identifikasi masalah, analisis masalah, pengumpulan data, pengembangan solusi, hingga presentasi hasil. Sebagai salah satu bentuk produk pembelajaran, siswa dapat menghasilkan infografis atau poster edukasi yang merangkum hasil analisis dan solusi terhadap isu sosial yang dikaji.

Memperkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Kegiatan pengabdian ini menunjukkan peran perguruan tinggi, khususnya Universitas Mataram, dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah melalui transfer pengetahuan dan pendampingan kepada guru.

Melalui integrasi isu sosial lokal, guru Sosiologi diharapkan memiliki alternatif dalam mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga memberikan ruang kepada peserta didik untuk memahami realitas sosial di lingkungan mereka.

Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan literasi sosial, berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan komunikasi melalui pengkajian fenomena sosial yang nyata.

Tim pegabdian yang dimotori oleh Nursaptini, M.Pd., Drs. Suud, M.Si., Dr. Deni Sutisna, M.Pd., Agung Firmansyah, M.Pd., dan Risma Ade Aryati, S.Pd., M.Sosio., menjadi salah satu bentuk kontribusi Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Mataram dalam memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat melalui pembelajaran Sosiologi yang kontekstual dan berbasis realitas sosial lokal. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *