Belum Dapat Insentif, Tenaga Kesehatan Covid-19 di Dompu Mogok Kerja

0
Ilustrasi penanganan pasien positif corona. (Google/net)

Dompu, katada.id – Tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19 di Dompu mogok kerja, Selasa (19/5). Mereka kecewa karena belum mendapat uang makan serta insentif bulanan.

Tenaga kesehatan meninggal lokasi tugasnya di gedung isolasi karantina Terpijar di Desa Rababaka, Kecamatan Woja. Selama bekerja, mereka hanya diberikan makan sebanyak dua kali sehari. Itu pun malam hari karena saat ini bulan puasa.

Tenaga kesehatan yang meninggalkan lokasi karantina pasien covid-19 sebanyak 16 orang. Rinciannya, dua PNS dan 14 pegawai sukarela. Mereka ini meninggalkan 6 orang pasien positif yang saat ini sedang dirawat di Gedung Karantina Terpijar.

Atas informasi itu, Kapolsek Woja Ipda Abdul Haris berkoordinasi dengan Kepala UPTD PKM Dompu Barat Mujakir SKM, Rabu (20/05). ’’Hasil koordinasi kami dengan pihak UPTD PKM Dompu Barat, para petugas meninggalkan tempat tugasnya dengan alasan belum menerima kehormatan seperti yang dijanjikan,’’ ungkapnya kapolsek.

Sementara, Kepala UPTD PKM Dompu Barat Mujakir SKM yang diundang kepolisian untuk membahas tenaga kesehatan yang mogok kerja mengaku ada kesalahpahaman. ’’Untuk pagi ini 3 orang tenaga kerja sudah kembali beraktifitas dan siap kerja sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat,” terangnya saat koordinasi dengan kepolisian.

Sebagai informasi, saat ini jumlah pasien covid-19 yang dikarantina di Gedung Terpijar berjumlah 6 orang dan dalam kondisi baik. (sm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here