Scroll untuk baca artikel
Daerah

Cegah Wabah PMK, Bupati Dompu Gerak Cepat Lindungi Ribuan Ternak

×

Cegah Wabah PMK, Bupati Dompu Gerak Cepat Lindungi Ribuan Ternak

Sebarkan artikel ini
Bupati Dompu Bambang Firdaus Saat Memimpin Vaksinasi PMK di Doro Ncanga

Dompu, katada.id – Bupati Dompu Bambang Firdaus turun langsung memimpin kegiatan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pengobatan massal ternak di wilayah pelepasan ternak Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Desa Sori Tatanga, Selasa (17/2).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari percepatan pengendalian dan penanggulangan PMK di Dompu. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya melindungi sektor peternakan yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat.

Dalam sambutannya, Bambang Firdaus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pengendalian PMK, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua unsur peternakan, baik dari provinsi maupun kabupaten, serta seluruh elemen yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran para camat dalam kegiatan tersebut penting mengingat banyak warga di wilayah masing-masing yang memiliki ternak di Doro Ncanga. Para camat diharapkan dapat menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan langkah pencegahan PMK kepada peternak yang belum sempat hadir.

Menurutnya, masyarakat Dompu patut berbangga karena sektor peternakan terus berkembang dan memberi kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Bahkan, sejumlah daerah di luar Provinsi NTB datang untuk mempelajari pola pengembangan peternakan di Dompu.

“Sebagai contoh, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, datang khusus mempelajari cara mengembangkan potensi peternakan di Dompu,” katanya.

Meski demikian, Bupati mengingatkan agar tingginya populasi ternak tidak membuat semua pihak lengah terhadap ancaman PMK. Jika wabah ini diabaikan, kuota 13.500 ekor ternak tahun 2026 berpotensi tidak tercapai dan berdampak langsung pada perekonomian daerah serta pendapatan masyarakat.

“PMK adalah penyakit menular yang sangat merugikan. Dampaknya tidak hanya pada peternak secara individu, tetapi juga terhadap perekonomian daerah bahkan nasional,” tegasnya.

PMK dapat menyebabkan penurunan produksi daging dan susu, menghambat pertumbuhan ternak, hingga berujung pada kematian hewan. Selain itu, wabah ini juga berpotensi mengganggu perdagangan ternak serta stabilitas harga pasar.

Karena itu, Pemkab Dompu berkomitmen melakukan pencegahan dan pengendalian PMK secara serius, terpadu, dan berkelanjutan. Vaksinasi dan pengobatan massal di Doro Ncanga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pengendalian PMK pemerintah pusat.

Bupati juga menargetkan tercapainya herd immunity atau kekebalan kelompok pada populasi ternak di Dompu guna memutus mata rantai penyebaran PMK.

Ia mengimbau para peternak untuk proaktif memantau kondisi ternak dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gejala PMK.

“Saya mengimbau para peternak segera melaporkan jika menemukan gejala PMK dan tidak ragu berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan,” pesannya.

Tinjau Jalan Lintas Ternak
Usai kegiatan vaksinasi, Bupati melanjutkan agenda dengan meninjau jalan lintas ternak di kawasan Doro Ncanga. Peninjauan dilakukan menggunakan kendaraan hingga titik tertentu, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki bersama jajaran pemerintah daerah dan para peternak.

Di lokasi tersebut, Bupati melihat langsung kondisi jalan yang dinilai membahayakan ternak, termasuk adanya sungai kering dengan tebing cukup curam yang rawan menyebabkan ternak terjatuh.

Menanggapi kondisi itu, ia menyatakan akan mencari solusi terbaik dengan berkoordinasi bersama camat dan kepala desa, termasuk wilayah yang warganya berladang di sekitar area tersebut.

“Saya akan panggil camat dan kepala desa, baik yang wilayahnya berada di sini maupun yang warganya berladang di areal ini pasca panen. Semua harus mendapatkan hak yang sama, dan kita tidak boleh mengorbankan pihak lain demi melindungi yang lain,” tegasnya.

Salah seorang peternak berharap persoalan jalan lintas ternak tersebut segera mendapat solusi agar ternak tidak lagi terancam jatuh di area yang curam dan berbahaya.

Dengan sinergi seluruh pihak, Pemkab Dompu optimistis mampu mewujudkan daerah bebas PMK serta membangun sektor peternakan yang maju, modern, dan berkelanjutan. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *