Corona Sudah Masuk NTB, Bupati Perintahkan Perketat Pintu Masuk Lombok Barat

0
Lombok Barat memperketat pintu masuk dengan memeriksa setiap penumpang.

Lombok Barat, katada.id – Hingga saat ini Lombok Barat masih tetap zona hijau atau negatif corona. Meski demikian, kewaspadaan harus tetap dilakukan, termasuk dengan memperketat jalur keluar masuk ke Lombok Barat yaitu Pelabuhan Lembar. Itu setelah ada pasien di NTB asal Lombok Timur yang positif terjangkit virus corona.

“Kita harus tetap dalam kewaspadaan dan tidak boleh lengah akan status yang kita sandang saat ini ,” kata Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lombok Barat di ruang kerja bupati, Selasa (24/3).

Baca juga: Sidak Cegah Corona di Senggigi, Disuruh Tutup SPA, Bupati dan Kapolres Malah Dilawan

Ditegaskan bupati, jalur keluar masuk dari dan ke Lombok Barat yakni melalui Pelabuhan Lembar harus dilakukan pengawasan dan pemeriksaan para penumpang. “Jangan sampai kita kecolongan, tidak saja dari jalur resmi seperti Pelabuhan Lembar, namun juga dari jalur-jalur masuk lainnya yang tidak resmi perlu mendapatkan perhatian yang lebih ekstra,’’ tegasnya.

Baca Juga:   Warga Mataram yang Meninggal Dunia Positif Corona

Karena kalau sekali saja kecolongan, menurut Fauzan, akan berakibat fatal bagi banyak orang. ’’Kita berharap hal ini tidak boleh terjadi. Setiap orang yang masuk ke wilayah Lombok Barat harus melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu,” kata bupati.

Baca juga: Pasien Positif Corona Asal Lombok Timur Pernah Ikut Acara di Jakarta

Perwakilan ASDP Lembar, Yulianto menjabarkan hal-hal yang telah dilakukan pihaknya. “Kami juga komit, tidak hanya melakukan penyemprotan kepada manusia, tapi juga kendaraan agar tidak ada penularan,” terang Yulianto.

Sayangnya, imbuh Yulianto, pihaknya sangat kekurangan bahan untuk penyemprotan dan Alat Pelindung Diri (ADP). “Ruang Tunggu harusnya disemprot tiga kali, tapi kekurangan alat dan bahan membuat kami kesulitan melakukannya sesuai kebutuhan,” aku Yulianto.

Baca Juga:   Cegah Virus Corona, Tentara dan Polisi Sasar Tempat Hiburan Malam di Lombok

Bagi Yulianto, para petugas yang bekerja di kapal dan pelabuhan juga sangat rawan dengan penularan. “Karena mereka pegang tiket dan pegang uang. Sama dengan anak buah kapal yang melayani penumpang,” terang Yulianto.

Pemkab Lombok Barat sendiri sangat serius mengatensi jalur strategis ini. Tim Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Lombok Barat telah beberapa kali melakukan Sidak. Bahkan menyelenggarakan simulasi penanganan pasien di Pelabuhan Lembar. Semua itu untuk memastikan kesiapan Lombok Barat menghadapi wabah pandemi itu.

Dalam Rapat Khusus ini juga terungkap masih minimnya tenaga kesehatan maupun Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan para petugas selama menjalankan misi kemanusiaan ini.

Menurut bupati, Pemerintah Daerah akan berupaya untuk memback-up kerja-kerja tenaga medis tersebut dengan tujuan untuk menghambat laju penyebaran virus Corona. Fauzan juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpancing oleh informasi-informsi yang tidak jelas melalui media sosial lalu menyebarkannya kembali ke berbagai akun Medsos.

Baca Juga:   Polisi Amankan Dua Wanita Penari tanpa Busana di Kafe Senggigi

“Itu justru akan semakin meresahkan dan menakutkan masyarakat. Masyarakat hendaknya hati-hati bermedsos apalagi menyebarkan informasi yang tidak bertanggungjawab,” himbaunya.

Pada pertemuan tersebut, selain menghadirkan unsur Forkompimda juga dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD terkait seperti Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Kepala BPBD Lobar, Camat Lembar, Polsek Lembar, Posramil Lembar, Kepala Puskesmas Jembatan Kembar dan seluruh otoritas jasa pelabuhan seperti ASDP, KKP, KSOP, Adpel Lembar, Pelindo dan lainnya. (rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here