Fasilitas kesehatan di Gili Trawangan, Meno dan Air belum siap sambut new normal

0
Sejumlah pengunjung yang masih berada di Gili Trawangan saat awal Lockdown, beberapa waktu lalu

Lombok Utara, katada.id – Fasilitas kesehatan (faskes) di tiga gili di Lombok Utara belum siap menghadapi new normal di tengah pandemic covid-19. Yakni Gili Trawangan, Air, dan Meno.

Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan mengaku, jika dilihat dari faskes memang belum siap secara prosedur. ’’Kawasan wisata yang menjadi primadona di kancah internasional, sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Apalagi di tengah kesiapan menyambut new normal, tiga gili ini pantas memiliki standar faskes yang memadai,’’ terangnya, Selasa (7/7).

Ia melihat faskes yang ada di tiga gili masih jauh dari standar. Terlebih untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat lokal. Puskesmas di sana, kata dia, belum ada. ’’Yang ada cuma puskesmas pembantu, itu pun (tenaga kesehatan dan obat-obatan) terbatas,” bebernya.

Kusnawan menatakan memang ada yang membuka praktik kesehatan di tiga gili. Tetapi untuk berobat membutuhkan biaya besar. “Ada dokter yang membuka praktik di klinik, hanya saja tarifnya mahal. Untuk berobat biasa saja, tarifnya sampai Rp2 juta,” bebernya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah jitu untuk tiga gili. Masyarakat maupun pegiat pariwisata sudah siap satu suara dengan pemerintah.

Bahkan pihaknya menantang pemerintah untuk duduk bersama demi mengembalikan kemasyhuran dunia pariwisata, khususnya di tiga gili.

“Kalau misalnya belum dibuka, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan. Kita bisa bantu, kita support. Yang penting bisa lebih bersinergi, harus bersama-sama, masif,” terangnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here