Scroll untuk baca artikel
Hukum dan Kriminal

Janda di Bima Ditemukan Tewas di Kamar, Polisi Amankan Pria yang Sempat Bersembunyi di Lemari

×

Janda di Bima Ditemukan Tewas di Kamar, Polisi Amankan Pria yang Sempat Bersembunyi di Lemari

Sebarkan artikel ini
Tim Inafis Polres Bima saat melakukan olah TKP, Minggu (2/8/2026). (Dok Polres Bima)

Bima, katada.id – Seorang perempuan berinisial SR (38) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Polisi kini mengamankan seorang pria berinisial MS (50), yang merupakan tetangga korban, untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Bima Iptu Ghufron Subeki membenarkan pria tersebut saat ini telah diamankan. “Benar, saat ini pria tersebut sudah kami amankan,” ujar Ghufron, Selasa (4/8/2026).

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh dua anak kandung korban pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 18.05 Wita. Saat itu keduanya pulang ke rumah setelah menghadiri sebuah acara kondangan.

Sesampainya di rumah, mereka mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka. Keduanya kemudian memanggil sang ibu, namun tidak mendapat jawaban.

Karena curiga, kedua anak korban mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam. Saat pintu berhasil dibuka, mereka menemukan korban sudah tergeletak di atas tempat tidur dalam kondisi tidak bernyawa dan tubuhnya telah kaku.

Kedua anak korban kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk mengangkat jenazah ke ruang tamu sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Sempat Pergoki Pria Bersembunyi di Lemari

Sehari sebelum korban ditemukan meninggal, tepatnya pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 23.50 Wita, anak perempuan korban berinisial AN mengaku mendengar ibunya sedang berbicara dengan seseorang yang diduga seorang laki-laki di dalam kamar.

Merasa takut, AN kemudian memanggil kakaknya berinisial EPN. Keduanya lalu mengetuk pintu kamar dan masuk ke dalam.

Di dalam kamar, keduanya mendapati seorang pria berinisial MS bersembunyi di dalam lemari.

Saat keberadaannya diketahui, pria tersebut langsung melarikan diri melalui pintu depan rumah. Warga sempat mengejar, namun ia berhasil kabur.

Keesokan paginya, sekitar pukul 08.00 Wita, korban masih sempat berpesan kepada salah satu anaknya agar mengambil cincin yang disimpan di bawah bantal.

Polisi Lakukan Olah TKP

Mendapat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Bolo langsung mendatangi lokasi kejadian. Atas permintaan keluarga, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Madapangga Ipda Ahmad Zulfikar kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Bima. Tak lama berselang, tim tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan awal sebelum membawa jenazah ke RS Sondosia untuk dilakukan visum.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang diamankan sebagai barang bukti, di antaranya tiga kaleng minuman bersoda jenis Sprite dalam keadaan kosong, dan satu papan obat Ampicillin Trihydrate yang telah dikonsumsi tiga butir beserta sisa dua butir obat.

Selain itu, satu papan obat Mefenamic Acid yang telah dikonsumsi empat butir, dua kotak bedak dingin merek Berastagi, serta satu gelas bekas berisi campuran air mineral dan bedak.

Petugas juga mengamankan pakaian yang dikenakan korban, berupa celana panjang warna hijau, kaus merah berlengan pendek, celana pendek abu-abu, celana dalam warna merah muda, dan bra warna hitam.

Hasil Pemeriksaan Awal

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar bersama tim medis RS Sondosia, ditemukan lebam mayat pada bagian punggung dan kaku mayat mulai muncul.

Tim medis tidak menemukan luka maupun jejas pada kepala, leher, dada, maupun perut korban. Tidak ditemukan cairan keluar dari mulut maupun telinga. Dari saluran kelamin dilaporkan terdapat cairan putih jernih.

Namun, pemeriksaan awal tidak dapat memastikan penyebab kematian karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam atau autopsi. “Pihak keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban,” ungkap kasat.

Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian SR, termasuk memeriksa pria berinisial MS yang telah diamankan di Mapolres Bima. “Penyebabnya masih kami selidiki,” ujarnya. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *