Jembatan Provinsi Rusak Parah, Dewan Bima Minta Tanggungjawab Gubernur

0
214
Warga di Desa Boro Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima memblokir jalan sebagai bentuk protes karena dua tahun jembatan tersebut tak diperbaiki. (istimewa)

Bima, Katada.id – Sejumlah  anggota DPRD Kabupaten Bima dihadang warga di Desa Boro Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, Minggu (24/11). Warga memprotes jembatan di desanya yang tak kunjung diperbaiki. Padahal kerusakan sudah dua tahun.

DPRD Kabupaten Bima pun melanjutkan protes warga itu ke Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah. Mereka  meminta Gubernur turun mengecek kondisi kerusakan jembatan yang roboh akibat banjir 2018 lalu itu.

“Gubernur harus bertanggungjawab. Kami minta agar Gubernur turun tangan mengecek kondisi jembatan di Boro inu,” desak anggota DPRD Kabupaten Bima Rafidin, S.Sos.

Selama dua tahun warga harus melalui jembatan tersebut dengan menyeberangi sungai. Tetapi jika hujan dan banjir, warga sama sekali tidak bisa melintasi sungai tersebut. “Kalau banjir, tidak ada warga yang bisa lewat,” ungkapnya.

Jalur menuju kaki Gunung Tambora  dan mengarah ke lingkar luar Kabupaten Dompu dan Bima itu, menjadi satu satunya akses ekonomi warga.  Kendaraan pengangkut komoditi seperti bawang, jagung, padi, tebu,  melalui jalur tersebut. Sehingga jika terus rusak, maka akan sangat mengganggu  perekonomian warga, khususnya di Kecamatan Sanggar.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Bima lainnya, Edi Muhlis akan memperjuangkan pada APBD 2020 Kabupaten Bima untuk DIPA dana tak terduga jika pemprov lepas tangan. “Kita akan perjuangkan di data tak terduga kalau memang Pemprov tidak perduli dengan proyek fisik yang jadi kewenangannya,” tegasnya. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Sahdan, MT menjelaskan, jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana mulai dari Bima sampai Sumbawa akan ditangani 2020 mendatang. Pemprov NTB melalui program percepatan penanganan jalan tahun jamak, 2020-2022 menggelontorkan anggaran sebesar Rp750 miliar.
Setiap tahun akan dialokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar. “Itu (perbaikan jalan dan jembatan) sudah masuk program kita di 2020. Antara April dan Maret dilelang,” terangnya. (sm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here